Penutupan Bandara Banyuwangi Diperpanjang Lion Air Batalkan 6 Penerbangan –

Penutupan sementara Bandara Internasional Banyuwangi kembali dilakukan pada Selasa (9/2) pukul 06.36 hingga 14.00 WIB. Akibatnya 6 penerbangan maskapai Lion Air Group terpaksa dibatalkan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penutupan bandara adalah dampak dari erupsi dan aktivitas Gunung Raung. Sebagai informasi penting, material abu vulkanik dapat merusak komponen pesawat udara sehingga membahayakan penerbangan.

Menurutnya, dalam memastikan keselamatan dan keamanan (safety first), rencana layanan penerbangan Lion Air Group mengalami pembatalan (cancel flight) hari ini terdiri dari:  

Kedatangan di Bandara Internasional Banyuwangi

1. Wings Air penerbangan IW-1880 pukul 09.00 WIB dari Surabaya.

 2. Batik Air penerbangan ID-6590 pukul 10.00 WIB dari Jakarta Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

3. Lion Air penerbangan JT-594 pukul 06.25 WIB dari Jakarta Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.  

Keberangkatan dari Bandara Internasional Banyuwangi

1. Wings Air penerbangan IW-1881 pukul 10.10 WIB tujuan Surabaya.

2. Batik Air penerbangan ID-6591 pukul 12.20 WIB tujuan Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

3. Lion Air penerbangan JT-593 pukul 09.00 WIB tujuan Jakarta Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.  

“Kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (9/2).

Lion Air Group telah memberikan informasi kepada seluruh penumpang yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan.   

Terkait pembatalan penerbangan tersebut, kata Danang, Lion Air Group memberikan solusi kepada seluruh penumpang yang terkena dampak, antara lain penjadwalan ulang keberangkatan (reschedule) dan melakukan pengembalian dana (refund) sesuai aturan yang berlaku.

 “Lion Air Group selalu memprioritaskan aspek keselamatan dan keamanan (safety first) sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisir dan diantisipasi sedini mungkin (lebih awal),” jelasnya.  

Danang menambahkan, operasional penerbangan Lion Air Group akan menyesuaikan keputusan otoritas bandar udara dan bandar udara tujuan dinyatakan aman untuk lepas landas serta mendarat (safe for flight).[KPJ]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy