Yuk Cari Cuan Minim Modal Lewat Media Sosial –

<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Gali Ilmu.</p>

<p>Acara yang dihadiri mahasiswa, pelajar, UKM, dan masyarakat umum lainnya ini digelar di Green Office Park 9, BSD City, Tangerang Selatan, akhir pekan lalu.</p>

<p>Gali Ilmu kali ini menghadirkan narasumber dengan latar belakang bisnis atau kewirausahaan yang mahir di bidangnya untuk mengupas cara memulai bisnis dengan modal yang sedikit.</p>

<p>Kegiatan dibuka dengan materi pertama yang dibawakan oleh Yasa Singgih, seorang Entrepreneur dan Kreator Digital.</p>

<p>&quot;Saya memulai bisnis saat awal kuliah dengan modal seadanya, bisnis tersebut bernama &quot;Republic&quot;,&quot; ujar Yasa dalam keterangannya, Jumat (16/6).</p>

<p>Yasa bercerita, ia memulai bisnis dengan forum jual beli Kaskus. Ia menjadi reseller dengan mengambil barang di Pasar Tanah Abang bermodalkan Rp700.000.</p>

<p>&quot;Saat ini saya membuat agensi bernama Buzzle dengan pencapaian menggandeng 50 brand lokal. Biasanya di agensi saya, saya hanya memegang brand lokal,&quot; ujar Yasa.</p>

<p>Yasa menambahkan, tahun lalu dirinya mendapat challenge untuk membantu branding pabrik besi dengan tujuan untuk mencari buruh pabrik.</p>

<p>Menurutnya,&nbsp;modal bisnis paling penting bukanlah uang, namun yang terpenting adalah keberanian atau nyali, modal yang kedua adalah koneksi atau Networking.</p>

<p>&quot;Kenapa TikTok lebih berguna dibandingkan IG Reels, karena TikTok bisa membantu kita yang hanya memiliki followers kecil untuk berkembang,&quot; ujar Yasa.</p>

<p>Yasa mengatakan Perlu diketahui, algoritma TikTok akan menyebarkan konten kita kepada lima orang non followers.</p>

<p>Kemudian jika lima orang tersebut menyukai konten , maka TikTok akan terus menggandakan penyebaran konten kita hingga FYP.</p>

<div style=”page-break-after: always”><span style=”display: none;”>&nbsp;</span></div>

<p>Yasa menegaskan kalau proses membuat konten memang terkesan mudah, namun sebenarnya tidak sesederhana itu.</p>

<p>Hal yang paling penting adalah membuat konten tersebut agar bisa sustainable (berkelanjutan) sehingga bisa kita manfaatkan untuk menyebarkan atau memperkuat branding bisnis kita.</p>

<p>Materi kedua dibawakan Koordinator Divisi Konten Kreatif dan CEO Infina, Oktora Irahadi atau yang akrab dipanggil Tora. Tora mengatakan bahwa saat ini tren menjadi sangat pendek, yang semula jenjangnya sebulan menjadi seminggu.</p>

<p>&quot;Kita harus tahu cara men-treat customer kita, terutama dengan memanfaatkan media sosial. Salah satunya dengan melakukan chit-chat seperti membalas komentar customer yang memberi komentar di e-commerce atau media sosial kita,&quot; ujar Tora.</p>

<p>Tora juga menambahkan bahwa hal terpenting lainnya adalah &quot;adaptasi&quot;. Jadi, tidak perlu mengikuti apa bisnis yang tren atau viral, namun bisa membuat konten untuk menaikan value produk dengan cara adaptif pada media sosial yang bisa memberi algoritma terbaik.</p>

<p>Tora mengatakan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah gambar, harga, review, dan lokasinya. Setelah itu, gambar produk, strategi permainan harga, dan gimik lainnya.</p>

<p>&quot;Ketika semua ini sudah dipenuhi, setidaknya orang yang melihat media sosial kamu akan mengira produkmu aktif dan kredibel untuk dibeli,&quot; ujar Tora.■</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *