Waspada Happy Hypoxia Pasien Covid Isoman Disarankan Rajin Pantau Oksigen Pakai Pulse Oximeter –

Happy hypoxia atau penurunan kadar oksigen dalam tubuh tanpa gejala sesak napas, merupakan salah satu gejala Covid-19 cukup membikin orang ketar-ketir, karena relatif tak terdeteksi tanpa alat.

Sepintas, orang yang mengalami happy hypoxia telihat biasa-biasa saja, layaknya orang sehat. Mereka bisa saja masih aktif dengan ponselnya, mengobrol sebagaimana biasa, dan aktivitas lain yang menunjukkan dirinya tak ada masalah dengan kesehatan. Mereka tidak sadar bahwa mereka kekurangan oksigen. Sehingga, seringkali datang ke RS pada saat kondisi sudah buruk, yang bisa saja berujung pada kematian.

Melalui laman Instagramnya, dr. Adam Prabata yang merupakan Kandidat S-3 Ilmu Kedokteran dari Kobe University, Jepang menjelaskan, penurunan kadar oksiden darah tanpa keluhan sesak napas berisiko terhadap perburukan kondisi mendadak, dan gagal napas. “Dalam situasi ini, angka kematian akan naik, risiko masuk ICU meningkat, dan risiko penggunaan alat bantu pernapasan bertambah,” kata Adam.

Dengan alasan tersebut, Adam merekomendasikan penggunaan pulse oximeter untuk pasien Covid yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Pulse oximeter adalah alat untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah atau saturasi oksigen, dengan dipasang di jari. “Rekomendasi ini tentunya harus disertai edukasi mengenai penggunaan pulse oximeter dan follow up secara reguler,” ujarnya.

Di Inggris, pulse oximeter dianjurkan untuk memantau kondisi pasien Covid isoman dengan kriteria lansia lebih dari 65 tahun, berusia di bawah 65 tahun namun memiliki komorbid atau masalah kesehatan, dan pasien yang kondisinya dikhawatirkan oleh dokter.

Sekadar info, nilai saturasi oksigen normal untuk mayoritas orang adalah 95-100. Pasien Covid yang memiliki nilai saturasi oksigen dalam rentang tersebut disarankan tetap isolasi mandiri di rumah, dan mengukur saturasi oksigen darah secara rutin. Jika nilainya 93-94 dan terus menerus berada di angka tersebut, pasien Covid diminta segera menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Sedangkan bila angkanya di bawah 92 dan terus menerus berada di angka tersebut, pasien Covid disarankan untuk segera ke IGD terdekat.

Dari pantauan RMco.id di marketplace, harga pulse oximeter bervariasi. Yang model fingertip, harga termurah ada di kisaran 60 ribu sampai Rp 1,7 juta. Tergantung model dan jenisnya. Ada juga pulse oximeter terhubung dengan aplikasi smartphone via bluetooth, dengan rentang harga Rp 1,5 – 2 juta. [HES]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy