Vision+ Bikin Dokumentar 7 Restoran Legenda Kuliner Jakarta –

Setelah sukses dengan originals documenter series pendahulunya, Vision+ menghadirkan Once Upon a Time in Chinatown. Film ini mengisahkan rangkaian perjalanan restoran-restoran legendaris yang lekat dengan budaya Tionghoa di kawasan Kota, Jakarta. 

Mereka telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun dan pada Originals Series ini berhasil menggali cerita-cerita inspiratif dari para pemilik restoran selama menjalani bisnis dan kehidupan mereka yang belum pernah diceritakan kepada orang luar.

Akan ada 7 restoran yang menjadi esensi utama cerita, ada Siauw A Tjiap, Lomie Amen Pinangsia, Bakmie Acang, Bakmie Encim Anggur, Kwetiau Sapi 78, Nasi Ayam Hainam Apollo, dan Ketupat Cap Go Meh, serta ada beberapa restoran tambahan seperti Siomay Oma Leni, Bakmi Kucai, dan Kari Lam. 

Dalam sisi produksi, Vision+ bekerja sama dengan production house Lifelike Pictures dan membawa nama Sheila Timothy dan Zack Lee sebagai sutradara. Origial Series Vision+ ini juga menjadi debut bagi Sheila Timothy dan Zack Lee dalam hal penyutradaraan.  

Selain itu, di docuseries ini juga Zack Lee akan langsung berperan sebagai pembawa acara bersama Tirta Lie yang merupakan seorang pakar kuliner Indonesia. Series pertama Vision+ yang mengambil tema kuliner ini juga melibatkan nama pakar kuliner lainnya seperti William Wongso dan Pakumala Joehana selaku narasumber.

“Tidak melulu soal pemenuhan kebutuhan, ternyata di balik sebuah kuliner menyimpan banyak cerita menarik,” ujar Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+, Selasa (28/9).

Pada docuseries ini penonton akan diajak masuk lebih dalam ke sendi kehidupan pemilik resto yang selama ini belum pernah dibuka ke orang lain sekaligus mengungkap latar belakang dari setiap menu kuliner legendaris yang tercipta. 

“Bersama Lifelike Picture semua cerita ini dirangkum menjadi sebuah content yang sentimental, apa adanya dan pastinya akan mengispirasi semua kalangan,” ujarnya.

Clarissa juga menambahkan, Once Upon a Time in Chinatown akan membawa penontonnya bernostalgia akan kilas-kilas sejarah, kultur dan budaya Tionghoa yang melekat dari sebuah sajian makanan

Sheila Timothy, sutradara Once Upon a Time in Chinatown mengatakan, docuseries ini adalah sebuah berkat, Kami dipertemukan dengan banyak sekali narasumber yang begitu menarik. Ide awal yang hanya ingin mengangkat budaya dan kuliner akhirnya berkembang menjadi suatu karya yang sangat hangat dan penuh inspirasi. Ditambah dengan visual, music dan sound design yang sangat cantik.

Pada kesempatan itu pula, turut bergabung secara virtual pakar kuliner Tanah Air, William Wongso. Dirinya menegaskan, legenda-legenda kuliner harus terus diangkat dan dikisahkan agar masyarakat menjadi mengenal dan kemudian belajar.

“Documentar series kuliner ini luar biasa, suatu inisiatif yang juga luar biasa dari Vision+ yang men-support dunia kuliner,” ulasnya.

Selain seriesnya, Vision+ dan Lifelike Pictures juga akan merilis episode khusus yang menampilkan Sheila Timothy, Zack Lee, Tirta Lie, Lukman Sardi dan pakar kuliner untuk membahas budaya di balik kuliner Tionghoa di Indonesia serta tentang proses pembuatannya seperti apa. Episode khusus ini tayang 1 Oktober 2021 sebagai pengantar untuk memberi gambaran dari Once Upon a Time in Chinatown.

Vision+ originals Once Upon a Time in Chinatown tersaji dalam format video on demand (VOD) dan dapat ditonton eksklusif di Vision+ mulai 11 Oktober 2021. [DIT]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *