Pemerintah kini tengah mematangkan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil. Demi mencegah risiko penyebaran Covid yang lebih luas, terutama varian Delta yang begitu cepat menyebar.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Budi Wiweko.
“Kementerian Kesehatan dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sudah menyepakati pelaksanaan vaksin untuk ibu hamil. Kami sudah menyelesaikan form screening untuk ibu hamil, kartu kendali, dan berbagai poin penting yang harus ditanyakan,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/7).
Budi menambahkan, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah memasukan daftar rekomendasi vaksin Covid-19 yang dapat diberikan kepada ibu hamil. Seperti Pfizer, Moderna, Astra Zeneca, Sinovac, dan Sinopharm.
Budi berharap, surat edaran pelaksanaan vaksin Covid-19 untuk ibu hamil bisa diterbitkan pemerintah pekan depan.
“Semoga petunjuk teknis segera dikeluarkan, sehingga tidak ada lagi ibu hamil masuk dalam kriteria eksklusi untuk vaksinasi. Mudah-mudahan, minggu depan sudah ada Surat Edaran dari kementerian. Kami dorong terus,” tuturnya.
“Kondisi ibu hamil yang telah mendapatkan vaksin Covid-19, nantinya akan terus dipantau selama kehamilan hingga persalinan,” pungkasnya. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID