Tumbuh 5,72 Persen Ekonomi RI Tahan Banting –

Ada kabar baik dari ekonomi kita. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, di tengah krisis ekonomi global, ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2022 tumbuh 5,72 persen. Dengan pertumbuhan ini, Indonesia bebas dari ancaman resesi. Ekonomi kita emang tahan banting.

Kabar baik soal ekonomi itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022, kemarin.

Margo mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai 5,72 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang mencapai 5,44 persen. Maka, secara kumulatif Januari-September 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,40 persen dibandingkan periode yang sama di 2021.

“Sejak kuartal IV-2021 ekonomi kita konsisten tumbuh di atas 5 persen. Ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat,” ujarnya.

Margo menyebut ada lima sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi. Yakni, industri, pertambangan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Industri tumbuh 17,88 persen, pertambangan 13,47 persen, pertanian 12,91 persen, perdagangan 12,74 persen, dan konstruksi 9,45 persen.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tak terlepas dari beberapa faktor, salah satunya upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dari sejumlah tekanan dengan memberikan perlindungan sosial berupa bansos.

Kata Margo, struktur ekonomi terbesar di Indonesia pada Kuartal III masih dari Pulau Jawa sebesar 56,3 persen. Artinya, perekonomian Indonesia masih berpusat di Pulau Jawa.

Meski Pulau Jawa mendominasi struktur ekonomi dengan sumber utama dari sektor perdagangan serta informasi dan komunikasi, nyatanya pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa di kuartal ini hanya 5,76 persen atau lebih kecil dibandingkan wilayah Indonesia timur.

“Kalau dilihat pertumbuhannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di bagian timur ini menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Pertumbuhan tertinggi di kelompok provinsi Pulau Sulawesi,” ucapnya.

Apa tanggapan pemerintah? Menko Perekonomian Airlangga Hartarto happy dengan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal III. Menurut dia, pertumbuhan ini menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia telah berjalan impresif di tengah gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini.

 

“Pertumbuhan ekonomi 2022 masih tetap kuat dengan tetap memperhatikan berbagai risiko yang disebabkan gejolak perekonomian global,” beber Airlangga dalam konferensi pers, kemarin.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 telah melebihi pencapaian sebelum pandemi Covid-19. Perekonomian Indonesia bahkan tetap tumbuh kuat di tengah banyak negara justru mengalami perlambatan imbas berbagai tekanan global, seperti kenaikan harga karena perang Rusia-Ukraina dan lonjakan inflasi.

Dengan catatan ini, perekonomian Tanah Air sampai akhir tahun diproyeksi tembus di atas 5,2 persen. Sementara tahun depan tumbuh lebih tinggi lagi menjadi di atas 5,3 persen. “Artinya, tahun depan Indonesia diharapkan jauh dari resesi,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar ikut mengomentari pertumbuhan ekonomi. Menurut Cak Imin-sapaan akrabnya-angka di atas kertas tak terlalu penting. Sebab yang terpenting, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. “Dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Serta mampu mengajak melakukan mobilitas vertikal, menikmati setiap nisbah pembangunan,” cuitnya diakun Twitternya, @cakimiNOW, kemarin.

@BagusMuhaiminS1 mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus memberikan kesejahteraan buat rakyat. “Pertumbuhan ekonomi harus selaras dengan kesejahteraan rakyat,” katanya. Sementara @acanbova74 mempertanyakan dampak pertumbuhan ekonomi ini. “Saya ga ngerti pertumbuhan ekonomi Pak, cari uang sekarang sulit, semua serba naik,” cuitnya.

Sementara @CandraDharmawan mengapresiasi kerja keras pemerintah. “BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 mencapai 5,72% secara tahunan (year on year/yoy). Terima kasih Presiden Jokowi & para menteri yang sudah bekerja baik,” ujarnya. [MEN]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy