Trend Pencopotan Perdana Menteri Berlanjut Di Pakistan Dimosi Tidak Percaya, Imran Khan Tumbang –

Tidak ada Perdana Menteri (PM) yang mampu menyelesaikan masa jabatan lima tahun penuh selama 75 tahun sejarah Pakistan. Kejadian tersebut berlanjut. Kali ini, yang jadi korban PM Imran Khan. Dia tersingkir setelah kehilangan mosi tidak percaya, Minggu dini hari (10/4).

Imran Khan tumbang dari jabatannya setelah 174 anggota parlemen memberikan suara mendukung mosi tidak percaya. Sehari sebelumnya, Khan kehilangan mosi percaya di parlemen, setelah ditinggalkan mitra koalisi. Dukungan untuk Khan runtuh akibat krisis ekonomi mendera Pakistan.

Ia juga dinilai gagal memenuhi janji saat kampanye. Khan (69) tumbang setelah menjabat selama 3 tahun 7 bulan. Ia menjabat mulai 18 Agustus 2018 hingga 10 April 2022.

Khan sebenarnya sudah mencoba mempertahankan kekuasaannya. Dengan cara akan membubarkan Parlemen dan mengadakan pemilihan baru. Namun, upayanya itu dianggap Mahkamah Agung sebagai sesuatu yang ilegal.

Khan menjadi PM pada 2018 dengan didukung militer. Selain kehilangan mosi percaya, ia disebut juga telah kehilangan dukungan dari militer.

Sejak kemerdekaannya pada 1947, Pakistan belum pernah memiliki PM yang rampung bertugas hingga akhir masa jabatan selama lima tahun. Namun hanya Khan yang tumbang lewat mosi tak percaya.

 

Dilansir Aljazeera, total sudah ada 29 PM di Pakistan. Sebanyak 18 di antaranya terpaksa mundur karena terlibat kasus korupsi, kudeta militer dan pengunduran diri paksa. Satu PM tewas oleh pembunuh bayaran. Sementara 10 lainnya adalah PM sementara yang mengisi posisi sebagai pelaksana tugas, hingga PM yang resmi dipilih dalam pemilu awal.

Beberapa di antara PM Pakistan yang tidak menuntaskan masa pemerintahannya antara lain Liaquat Ali Khan, PM pertama Pakistan yang menjabat pada Agustus 1947. Ali Khan dibunuh pada rapat umum politik pada 16 Oktober 1951.

Kepemimpinan kemudian diisi Khawaja Nazimuddin. Dia diberhentikan pada 17 April 1953 oleh Gubernur Jenderal Pakistan dengan tuduhan salah mengelola kerusuhan agama. Posisi PM kemudian diisi Muhammad Ali Bogra. Dia menjabat pada 17 April 1953 dan kemudian mengundurkan diri pada 11 Agustus 1955 karena ditekan anggota parlemen dari kubu oposisi.

Chaudhry Muhammad Ali kemudian mengambil alih. Namun dia hanya bertahan hingga 12 September 1956 karena digulingkan partai berkuasa.

Lalu PM perempuan pertama Pakistan Benazir Bhutto menjabat pada 2 Desember 1988. Pemerintahannya diberhentikan pada 6 Agustus 1990 atas tuduhan korupsi. Dia kembali berkuasa untuk masa jabatan keduanya pada 19 Oktober 1993. Namun diberhentikan sekali lagi atas tuduhan salah tata kelola Pemerintahan pada 5 November 1996.

Pendahulu Imran Khan, Nawaz Sharif, terpilih pada 5 Juni 2013. Namun dia diberhentikan Mahkamah Agung Pakistan atas tuduhan menyembunyikan aset pada 28 Juli 2017.

 

Setelah kasus mosi tidak percaya, Imran Khan berjanji akan turun ke jalan bersama pendukungnya untuk menuntut keadilan. Parlemen Pakistan bakal menjalankan rapat tertutup pada Senin siang ini, untuk menentukan siapa pengganti Khan. Pemilihan parlemen akan berlangsung setelah Agustus 2023. Namun pihak oposisi ingin pemilihan yang lebih cepat.

Shehbaz Sharif merupakan sosok yang disebut-sebut berpotensi mengganti Khan. Dia adalah Menteri Utama Provinsi Punjab dan memiliki reputasi yang sangat mumpuni di dalam negeri. Adik mantan PM Nawaz Sharif ini juga cukup disegani tokoh-tokoh militer Pakistan.

“Hari baru untuk Pakistan sudah dimulai. Kami akan membangun kembali negeri ini,” ujar Sharif, dikutip Reuters saat ditemui di parlemen, kemarin.

Jika menjadi PM, Sharif diyakini akan mengembalikan relasi Pakistan dengan Amerika Serikat. Paman Sam merupakan sekutu militer terdekat Pakistan. Di masa pemerintahan Imran Khan, hubungan Pakistan dan AS tidak bagus. Hubungan kedua negara semakin buruk setelah Khan menyambut baik pemerintahan Taliban di Afghanistan tahun lalu. [DAY]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *