Sahabat-Pegiat Medsos Gelar Doa Bersama Buat Ade Armando –

Sebagai bentuk dukungan, para sahabat, aktivis dan pegiat sosial menggelar doa dan solidaritas untuk Ade Armando. 

Ade Armando kini dirawat di HCU RS Siloam Semanggi setelah menjadi korban pengeroyokan pada demo  di depan Gedung DPR/MPR, Senin (11/4). Doa dan solidaritas untuk Ade dilangsungkan secara virtual Rabu (13/4). 

Dalam sambutannya, Nina Armando, istri Ade Armando menyampaikan pesan Ade Armando. Dikatakan Nina, Ade Armando mengaku terharunya dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang begitu besar pada dirinya. 

“Saya memberi tahu tentang acara ini, ia sangat terharu dan mengucapkan banyak terima kasih,” kata Nina Armando. 

Tidak hanya itu, kata Nina, Ade Armando juga memberikan sebuah pesan untuk disampaikan kepada seluruh teman, sahabat dan aktivis serta pegiat sosial lainnya.

Dosen Universitas Indonesia itu berpesan, kepada para pendukungnya untuk jangan takut karena masih ada Allah. “Pesannya adalah, semuanya harus terus berjuang, jangan takut karena Allah akan selalu berada bersama orang-orang yang tegakkan kebenaran,” kata Nina sambil terisak.

“Teman-teman, sekali lagi terima kasih atas semua perhatian dan doa bagi bang Ade Armando,” katanya. 

Nina mengatakan, keluarga bersyukur atas besarnya kepedulian dan kasih sayang berbagai pihak kepada mereka.”Saya sulit menggambarkan perasaan saya dan anak-anak kami tentang peristiwa itu, yang jelas Bang Ade Armando, saya dan anak-anak serta keluarga besar menjalani hari-hari sulit ini dengan tidak sendirian, ada sahabat yang sangat peduli dari berbagai pihak turun tangan membantu menguatkan kami,” ujar Nina.

Dia mengatakan, kondisi suaminya dalam kondisi makin membaik dan memohon maklum kepada teman dan kolega belum bisa dijenguk. Sebab kata Nina, Ade Armando tengah fokus istirahat dan pemulihan total.

“Saya tahu banyak orang yang ingin menjenguknya, kami minta maaf karena harus istirahat biarlah Bang Ade Armando istirahat dulu supaya lebih tenang dan pemulihan lebih cepat, mohon maaaf dan mohon dapat dimaklumi,” ucap Nina.

Burhanuddin Muhtadi yang menjadi salah satu pemberi testimoni mengatakan, pada Senin (11/4) itu Ade Armando sangat antusias untuk buka puasa bersama di kantornya. Makanya ketika mendapat kabar Ade Armando dikeroyok, Burhanuddin sempat tak percaya. Burhanuddin yang mendapat gambar dan video kondisi Ade Armando saat dikeroyok dan dipermalukan, dia mengaku tak tega membuka video tersebut.

 

“Buat saya pengeroyokan itu jelas ada virus kebencian, virus takfiri. Ada kalimat suci yang diteriakkan, ada kata-kata halal darahnya, yang sekaligus menunjukkan ironi. Di mana kalimat yang suci, di bulan yang suci, dipakai melampiaskan kebencian dengan cara-cara biadab,” ujarnya. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ini mengaku, bersyukur Ade Armando selamat. “Sehingga selamatlah Indonesia dari kasus yang dialami Farag Fouda (aktivis Mesir yang tewas ditembak), selamatlah toleransi, selamatlah demokrasi. Namun saya tidak yakin, kasus semacam ini tidak terulang,” kata Burhanuddin.

Dia mengaku sedih dengan apa yang dialami Ade Armando yang merupakan mentornya. Burhanuddin menyebut, jika Ade Armando pribadi yang hangat, sangat taat pada fakta, sangat sopan dan sangat berbaik sangka kepada siapa pun. “Justru karena berbaik sangka ini pula yang membuat Bang Ade datang ke tanggal 11 (demo depan DPR/MPR) itu. Apalagi aspirasinya sama dengan Bang Ade yang menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden,” tuturnya. 

Burhanuddin pun menyebut jika Ade Armando adalah senior yang sangat taat shalat lima waktu. Namun di sisi lain, Ade Armando adalah sosok aktivis yang sangat berani menyuarakan toleransi dan pluralisme. Dia pun berharap apa yang dialami Ade Armando ini tidak menyurutkan niat dan tekad para aktivis untuk menyuarakan Indonesia yang toleran, ramah dan rumah buat semua kelompok.

“Saya yakin Bang Ade tidak surut semangatnya. Dan karenanya kita semua harus meneladani keberaniannya, melanjutkan perjuangannya dan yakin Indonesia akan jauh lebih baik ke depan,” cetusnya.     

Guntur Romli yang juga memberikan testimoni mengatakan, jika pengeroyokan yang dialami Ade Armando sadis dan brutal. “Ini bukan hanya penganiayaan, tapi penghinaan. Di mana Bang Ade yang merupakan senior kita semua, usianya sudah 60 tahun diperlakukan demikian keji,” katanya.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, Ade Armando adalah sosok yang tegas, berani dan fair. Ade Armando, kata Guntur, tak akan tinggal diam jika melihat ada ketidakadilan, ketidakbenaran atau isu SARA yang dilayangkan kelompok tertentu kepada pihak lain. 

“Bang Ade sangat fair, bahkan jika Anies Baswedan diserang rasisme karena keturunan Arab, dia pasti akan membela,” tegasnya. Guntur pun menyebut jika apa yang diperjuangkan Ade Armando selama ini memiliki narasi dan argumentasi yang kuat.  

“Pengeroyokan ini adalah bukti kekuatan narasi dan argumentasi Bang Ade, sehingga mereka tidak bisa melawan narasinya. Mereka pun mempermalukan dengan cara biadab seperti itu,” tandasnya. [DRS]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *