Ryuichi Sakamoto Komposer Film The Last Emperor Meninggal Usia 71 –

<p>Ryuichi Sakamoto, komposer Jepang peraih Oscar yang antara lain mencuatkan nama lewat film The Last Emperor dan Merry Christmas Mr. Lawrence meninggal dunia dalam usia 71 tahun, Minggu (2/3).</p>

<p>Tak cuma beken sebagai komposer musik untuk film, Sakamoto juga dikenal sebagai&nbsp;perintis band musik elektronik Yellow Magic Orchestra (YMO).</p>

<p>Sakamoto yang telah mengenal piano sejak usia&nbsp;balita, seolah hidup untuk musik.</p>

<p>Suatu waktu, saat masih berstatus sebagai siswa sekolah menengah, Sakamoto muda naik kereta Commuter yang penuh sesak. Hingga tak satu pun orang yang bisa bergerak.<br />
<br />
Pria kelahiran 17 Januari 1952 itu&nbsp;lantas menghibur diri,&nbsp;dengan menghitung semua suara berbeda, yang dimunculkan&nbsp;kereta itu, di sepanjang jalan.</p>

<p>Sakamoto yang menganggap musisi klasik Claude Debussy sebagai pahlawannya, mempelajari etnomusikologi di Universitas Seni Rupa dan Musik Nasional Tokyo. Dengan peminatan khusus tradisional prefektur Okinawa Jepang, serta tradisi musik India dan Afrika.</p>

<p>Di jalur musik elektronik, Sakamoto dan rekannya sesama musisi studio Haruomi Hosono dan Yukihiro Takahashi, membentuk YMO pada tahun 1978.</p>

<p>Penggunaan instrumen elektronik band yang inovatif, membawa Sakamoto pada kesuksesan domestik dan global.</p>

<p>Nama besar Sakamoto melambung pada tahun 1983, lewat film Merry Christmas Mr. Lawrence. Dalam film yang dibintangi David Bowie, dia berperan sebagai komandan kamp tawanan perang.</p>

<p>Film ini kemudian sukses memenangkan penghargaan BAFTA&nbsp;Awards.</p>

<p>Karya Sakamoto&nbsp;yang paling terkenal adalah film&nbsp;The Last Emperor. Dalam film yang diproduksi pada&nbsp;tahun 1987 itu, Sakamoto juga ambil peran.</p>

<p>The Last Emperor sukses memenangkan Oscar, Grammy, dan Golden Globe.</p>

<p>Sakamoto yang juga seorang&nbsp;juru kampanye anti-nuklir dan aktivis lingkungan, berhenti bekerja pada tahun 2014 selama sekitar satu tahun, karena&nbsp;kanker tenggorokan.</p>

<p>Meskipun sembuh setelah bertahun-tahun menjalani pengobatan, pada tahun 2021,&nbsp;Sakamoto&nbsp;mengumumkan bahwa dia terkena penyakit kanker rektum, melalui situs resminya.</p>

<p>Seolah punya firasat ajal sudah dekat,&nbsp;Sakamoto menggelar&nbsp;konser perpisahan online&nbsp;untuk para penggemarnya, pada Desember 2022.</p>

<p>&quot;Kekuatan saya benar-benar turun, jadi konser normal sekitar 1&nbsp;jam hingga 90&nbsp;menit akan terasa sangat menyulitkan,&quot; katanya dalam pesan online beberapa hari sebelumnya, seperti dikutip Reuters, Minggu (2/4).</p>

<p>Sakamoto pun merekam&nbsp;lagu demi lagu,&nbsp;dan mengeditnya bersama-sama. Sehingga, bisa ditampilkan seperti layaknya konser.</p>

<p>Dia percaya, penggemarnya bisa terhibur&nbsp;dengan cara biasa. Silakan&nbsp;nikmati. Begitu kata Sakamoto kala itu.</p>

<p>&quot;Musik Asia sangat mempengaruhi&nbsp;Debussy, dan Debussy sangat memengaruhi saya. Jadi,&nbsp;musik menyebar ke seluruh dunia dan menjadi lingkaran penuh,&quot; katanya kepada radio publik WNYC pada 2010. ***</p> . Sumber : Berita Gosip Artis Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy