Ringankan Peradangan Dengan Konsumsi Makanan Alami –

Peradangan atau inflamasi merupakan respons biologis awal dari sistem imunitas terhadap luka, iritasi, atau infeksi yang terjadi di tubuh kita. Sedangkan antiradang ataupun antiinflamasi merupakan suatu karakter (misalnya suatu obat ataupun makanan) yang dapat kurangi radang. 

Menurut Keith Griffiths dkk dalam jurnal berjudul “Food Antioxidants and Their Anti-Inflammatory Properties: A Potential Role in Cardiovascular Diseases and Cancer Prevention”, inflamasi itu reaksi yang wajar juga baik. Sebab, ia bagian alami dari pemulihan. Namun, bisa jadi pada kasus inflamasi kronis dapat berakibat negatif pada tubuh dan kesehatan.

Saat inflamasi terjadi, tubuh akan mengalami berbagai gejala peradangan, seperti bengkak pada area yang terdampak, nyeri, dan demam. Di era pandemi ini, peradangan bisa menimbulkan kepanikan. Sebab, kasus positif Covid-19 juga memiliki gejala yang hampir sama.

Perlu diingat, orang yang mengalami gejala inflamasi tidak bisa langsung diindikasi terpapar Covid-19. Bisa jadi juga karena adanya luka, iritasi, atau penyebab lain. Untuk memastikannya, kita bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, jika gejalanya berat dan kita merasa waswas, segeralah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat dan menjalani test Covid-19.

Sementara, untuk gejala-gejala ringan, kita bisa mengatasi di rumah. Caranya gampang. Cukup dengan mengonsumsi makanan bergizi yang menjadi bagian dari diet antiinflamasi. Seperti dikutip Verywell Health (19/8), website yang menyediakan informasi-informasi kesehatan, ada beberapa makanan yang bisa meringankan peradangan. Seperti ikan salmon, sayuran hijau, minyak zaitun, teh, dan buah-buahan.

Ikan salmon memiliki manfaat tak terduga untuk gejala inflamasi. Salmon mempunyai asam lemak omega-3 lebih tinggi dibanding jenis ikan lainnya. Mengkonsumsi omega-3 juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Sebab, lemak sehat bisa menolong mengurangi peradangan dan tetap menjaga kolesterol agar terkontrol.

Sayuran hijau seperti collard hijau (Brassica oleracea var. viridis), wasabi (Eutrema japonicum), kale (Brassica oleracea var. sabellica), brokoli (Brassica oleracea var. italica), dan bayam (Amaranthus) banyak mengandung vitamin E. Vitamin E adalah salah satu vitamin yang berperan strategis untuk melindungi tubuh dari molekul peradangan yang disebut cytokines.

Sayuran hijau memiliki senyawa fenol yang ialah salah satu komponen kimia tanaman yang mempunyai khasiat sangat besar untuk manusia. Senyawa fenol meliputi sebagian golongan senyawa bahan alam antara lain flavonoid, fenil propanoid, kuinon fenolik, lignin, melanin, alkaloid dan tanin.

Menurut Naczk dan Fereidon S Dalam jurnal yang berjudul “Extraction and analysis of phenolics in food”, fenol dalam tumbuhan kerap berhubungan dengan bermacam kegiatan tanaman serta farmakologinya di antara lain berperan sebagai antiinflamasi, mencegah radiasi cahaya UV, kelainan darah, astringent, diuretik, perdarahan, serta agen hepatoprotektif. Flavonoid yang terdapat pada sayuran hijau tersebut yang bertindak sebagai antiinflamasi.

Dengan mengkonsumsi sayuran, kita bisa melawan peradangan. Sebab, sayuran tersebut mempunyai kandungan besar pada mineral dan vitamin, seperti zat besi, kalsium dan phytochemical pelawan penyakit juga kaya akan sulfur yang membantu menghilangkan inflamasi. 

Minyak zaitun (Olea europaea) memiliki senyawa oleocanthal yang bisa menghindari radang, mirip dengan penghilang rasa sakit semacam Ibuprofen. Salah satu riset mengemukakan, minyak zaitun memiliki vitamin E, vitamin K dan fenol yang tinggi. Fenol mengandung Flavonoid berperan aktif secara biologis sebagai antioksidan yang sangat kuat.

Teh (Camellia sinensis) ternyata juga mempunyai efek antiinflamasi dan antioksidan yang baik untuk tubuh kita. Dilansir dari International Journal of Rheumatic Diseases, efek antiinflamasi paling banyak ditemukan pada teh hijau dibandingkan dengan teh hitam. Efek antiinflamasi ini didapatkan karena teh mengandung senyawa flavonoid yang dapat menolong kurangi rasa sakit radang sendi juga kurangi resiko penyakit kanker dan jantung. 

Buah-buahan, tidak diragukan lagi memiliki kandungan vitamin yang menyehatkan. Buah-buah berry seperti strawberry, blueberry, raspberry, dan ceri tart memiliki kandungan anthocyanin tinggi yang dapat melawan inflamasi. Kandungan polifenol yang dimiliki dalam jumlah besar juga dapat mengurangi risiko infeksi. Senyawa aktif yang dikenal mempunyai efek antiinflamasi pada buah berry yaitu flavonoid. Mekanisme kerja flavonoid sebagai antiinflamasi dengan cara membatasi enzim siklooksigenase pada proses terbentuknya inflamasi. Pigmen yang memberi warna pada buah berry mengandung antioksidan yang bisa menolong mengurangi inflamasi.***

Penulis: Lisna Dwiyanti, Mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Bandung

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy