Prof Tjandra Sebut 3 Hal Penting Antisipasi Dicabutnya Status Pandemi Covid 19 –

<p>Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menyarankan 3 hal penting untuk mengantisipasi pencabutan&nbsp;status pandemi Covid-19 menjadi endemi oleh pemerintah dalam waktu dekat.</p>

<p>Seperti diketahui, keputusan pengalihan status pandemi Covid-19 menjadi endemi sudah diambil oleh pemerintah. Tinggal menunggu waktu diumumkan oleh presiden Jokowi.</p>

<p>Prof Tjandra mengaku tidak kaget dengan rencana tersebut. Karena saat ini sudah banyak negara yang memperlakukan Covid-19 sebagai endemi, sama seperti penyakit menular lainnya.</p>

<p>Hanya saja, menurutnya ada 3 hal penting yang perlu diketahui dari kebijakan tersebut.</p>

<p>&quot;Pertama, kita anggota masyarakat perlu mengetahui apa yang masih tetap perlu dilakukan,&quot; sebut Prof Tjandra dalam keterangannya kepada RM.ID, Kamis (15/6).</p>

<p>Apalagi dengan dicabutnya kewajiban menggunakan masker di transportasi umum dan ruang publik. Untuk soal maskur, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (UI) ini juga menyarankan 3 hal yang perlu diantisipasi.</p>

<p>&quot;Pertama, kalau masuk ruangan yang berisiko tertular penyakit yang menular lewat udara maka baiknya pakai masker,&quot; sarannya.</p>

<p>Kedua, lanjut Prof Tjandra, kalau sedang sakit di saluran pernapasan jenis apapun maka baiknya pakai masker untuk tidak menulari orang lain.</p>

<p>&quot;Ketiga, kalau daerah kita sedang polusi udara berat maka baik juga pakai masker,&quot; lanjutnya.</p>

<p>Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan cuci tangan sebaiknya terus dilakukan, untuk mencegah penularan berbagai penyakit, bukan hanya Covid-19.&nbsp;</p>

<p>&quot;Juga, kalau ada yang terduga sakit maka segera memeriksakan diri agar jelas diagnosisnya dan lalu jelas juga penanganannya,&quot; terangnya.</p>

<p>Kedua, Prof Tjandra berharap agar vaksinasi booster kedua harus diselesaikan.</p>

<p>&quot;Sambil menunggu perkembangan ilmu selanjutnya untuk tahu apakah masih perlu divaksin dengan yang sekarang atau ada temuan ilmiah lainnya,&quot; tutur Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI ini.</p>

<p>Dalam hal ini, ia juga menyarankan agar sebaiknya pemerintah tetap menggratiskan vaksinasi Covid-19 walaupun keadaan sudah endemi, karena menurutnya dampak pandemi luar biasa.</p>

<p>Ketiga, ia meminta agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan CERDIK.</p>

<p>CERDIK adalah singkatan dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok dan polusi lainnya, rajin beraktifitas fisik dan olah raga, diit makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres.</p>

<p>&quot;Kebiasaan untuk memprioritaskan pola hidup sehat yang sudah kita jalani selama COVID-19 harus terus ditingkatkan agar masyarakat hidup lebih sehat di hari-hari mendatang,&quot; imbuhnya.</p>

<p>Kepada pemerintah, Prof Tjandra juga berharap agar surveilan Covid-19 terus dijalankan, baik deteksi kasus dan kematian maupun juga surveilan biomolekuler genomik agar varian baru bisa segera terdeteksi.</p>

<p>Selain itu, penelitan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan Kedokteran dan Kesehatan di bidang COVID-19 juga perlu terus didukung pemerintah.&nbsp;</p>

<p>Yang lebih penting lagi, sebutnya kebijakan pemerintah secara umumnya harus tetap memberi porsi penting bagi kesehatan, khususnya kegiatan promitif preventif.&nbsp;</p>

<p>&quot;Karena sekarang tahun politik maka kita juga berharap para Calon Presiden juga mengusung issue kesehatan dalam kampanye dan program mereka,&quot; pungkasnya.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *