Prof Tjandra Kaget Kisi Basi Dan Nasi Xtreme Kutu Dijual Di Turki –

<p>Perbedaan arti kata berbagai bahasa, seringkali cukup menarik. Kadang bikin kita senyum-senyum. Kadang bikin kaget.</p>

<p>Inilah yang antara lain dirasakan mantan Direktur WHO Prof. Tjandra Yoga Aditama, saat berkunjung ke Istanbul, Turkiye.</p>

<p>&quot;Saya lihat, ada ayam goreng yang dijual dengan tulisan 'Xtreme Kutu'. Kaget juga saya. Saya pikir, mereka menjual ayam lengkap dengan &ldquo;kutu&rdquo; nya. Ternyata, tidak,&quot; ujar Prof. Tjandra dalam keterangannya, Minggu (14/5).</p>

<p>&nbsp;</p>

<div class=”images_border”><img alt=”” src=”https://rm.id/my_admin/kcfinder/upload/images/IMG-20230514-WA0010.jpg” style=”max-width:100%” /></div>

<p>&nbsp;</p>

<p>Dalam bahasa Turkiye, &ldquo;kutu&rdquo; bermakna kotak atau box. Jadi, penjual ayam goreng Xtremen Kutu&nbsp;menjajakan paket ayam&nbsp;dengan kentang, minuman dan lain-lain dalam satu kotak.</p>

<p>&quot;Mungkin kalau istilah kita, namanya paket. Tentu nggak ada kutunya sama sekali,&quot; tutur Prof. Tjandra, yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI.</p>

<p>Prof. Tjandra kembali tercengang, saat menjumpai restoran bertulis Kisi &quot;Basi&quot;, saat&nbsp;jalan-jalan di dekat Pelabuhan Beskitaz, Selat Bosphorus.</p>

<p>&quot;Heran lagi saya. Kok makanan &ldquo;basi&rdquo; dijual ya. Siapa yang mau beli? Ternyata, &ldquo;basi&rdquo; ini maksudnya kepala. Jadi, ini&nbsp;adalah harga makanan per kepala, atau per orang,&quot; papar Prof. Tjandra.</p>

<p>Masih tentang makanan, tapi bukan makanan. Di bagian luar pameran lukisan Istana Dalmabache yang indah di tepi selat Bosphorus, Prof. Tjandra menemukan tulisan trolley 'bebek'.</p>

<p>Tentu maksudnya, bukan untuk bebek yang mau nonton pameran lukisan. Dalam bahasa Turkiye, bebek artinya bayi. Jadi, itu adalah tempat menitipkan kereta bayi.</p>

<p>Beberapa kata lain, di antaranya adalah 'maiydan',&nbsp;yang berarti&nbsp;lapangan&nbsp;atau square. Mungkin, dalam bahasa Indonesia, kata ini terserap menjadi 'medan'.</p>

<p>Tentunya, bukan medan kota. Tetapi, medan yang menunjukkan area / lapangan.</p>

<p>&quot;Yang agak sedikit <em>saru</em>&nbsp;adalah kata 'berrak'. Ternyata, kata itu sama sekali tak ada hubungannya dengan saluran pencernaan. Dalam bahasa Turkiye,&nbsp;'berrak' artinya murni. Bahasa Inggrisnya, pure atau clear,&quot; jelas Prof. Tjandra.</p>

<p>Selain itu, masih ada kosakata Turkiye&nbsp;lain, yang mirip dengan&nbsp;bahasa Indonesia. Yakni, kata 'kalem'. Ternyata,&nbsp;kata itu tidak ada hubungannya dengan perilaku lemah lembut. Kalem adalah pulpen.</p>

<p>&quot;Jadi, kita bisa menulis dengan 'kalem',&quot; ucapnya.</p>

<p>Ada lagi kata 'hamilen', yang berarti hamil alias berbadan dua. Serta 'kitap', yang bermakna buku.</p>

<p>&quot;Waktu akan pulang ke Jakarta, di Bandara Istanbul ada tulisan 'gule gule'. Wah, saya pikir ada gulai nih di bandara. Lumayan bisa disantap sebelum terbang. Tapi ternyata, dalam bahasa Turkiye,&nbsp; 'gule gule'&nbsp;artinya selamat jalan. Sama sekali tak&nbsp;ada hubungannya dengan makanan,&quot; pungkas Prof. Tjandra. ■</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *