Presiden Resmikan Tugu Api Semangat Di Kemhan Warisi Apinya, Jangan Abunya –

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam, di pelataran patung Dr. (H.C.) Ir. Sukarno Menunggang Kuda, di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, Selasa (9/11).

Dalam sambutannya, Jokowi menilai, keberadaan tugu ini menjadi penambah pengingat untuk seluruh bangsa Indonesia untuk terus menyalakan semangat. Yaitu, semangat untuk menjaga Pancasila, persatuan, kesatuan, kerukunan nasional, dan semangat untuk terus berinovasi memajukan negeri. Selain itu, semangat melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa.

Sebagai bangsa yang besar dengan sejarah besar, lanjut Jokowi, semangat perjuangan rakyat Indonesia tidak boleh padam dan selalu menyala. Semangat tersebut adalah kunci bagi Indonesia untuk banyak berbuat bagi kepentingan dunia.

“Bung Karno pernah menyatakan warisi apinya, jangan warisi abunya. Warisi semangat yang menyala-nyala, semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan, semangat untuk mengisi kemerdekaan dan semangat untuk membangun Indonesia maju,” ungkap Jokowi.

Sementara, Menhan Prabowo dalam laporannya kepada Presiden, juga menyampaikan makna Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam.

“Api tidak pernah padam sebagai simbol dari semangat, harapan, keberanian dan gairah bangsa Indonesia untuk senantiasa mencintai Tanah Air, rela berkorban demi tegaknya kedaulatan NKRI, serta semangat untuk terus membangun bangsa dan negara,” tegas Prabowo.

Acara peresmian ini dirangkai dengan penekanan tombol dan peletakkan karangan bunga di depan patung Ir. Sukarno. Setelah peresmian ini, Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam ini, akan terus menyala sepanjang hari.

Hadir dalam acara ini, Presiden Indonesia ke-5 sekaligus putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, secara virtual. Selain itu, putra Bung Karno Guntur Soekarnoputra dan Guruh Soekarnoputra. Kemudian, para pimpinan lembaga negara antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, dan Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. [SRF]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *