Perhatikan Penanganan Cedera Saat Berolahraga –

Dalam kondisi pandemi Covid-19 sebagian orang memiliki waktu lebih luang untuk olahraga. Tentu, ada kemungkinan cedera. Perhatikan, jangan sampai salah penanganan jika hal itu terjadi.

Dokter spesialis orthopedi dari Siloam Hospitals Bali, dr. Made Bhawana Wijaya mengatakan, beberapa cedera yang umum terjadi antara lain cedera lutut, cedera bahu, cedera tulang kering, otot tertarik, hingga patah tulang.

“Ada beberapa faktor terjadinya cedera. Selain faktor individu, penyebabnya dapat pula melalui sarana berolahraga dan jenis olahraga yang dilakukan. Dan umumnya cedera meliputi wilayah otot dan tulang,” papar dr. Made, dalam webinar Siloam Hospitals Bali bertajuk Cedera Bahu Saat Berolahraga, yang dikutip Minggu (14/2).

Selain faktor penyebab cedera, Made Bhawana menjelaskan tiga klasifikasi cedera yang didapat ketika melakukan kegiatan. Klasifikasi itu berdasarkan waktu, tingkat cedera, dan berdasarkan jaringan yang terkena, yaitu jaringan lunak maupun jaringan keras.

Dia juga mengingatkan, agar tidak terjadi cedera, sebaiknya lakukan pencegahan sebelum berolahraga.

Dalam diskusi yang sama, dr. Ida Ayu Dewi, Sp OT(K) mengatakan, keseimbangan olahraga perlu disesuaikan dengan tubuh. Dibutuhkan pemanasan serta ditutup melakukan gerak pendingin pasca berolahraga.

“Yang paling baik adalah mengenali kemampuan tubuh. Lalu melakukan pemanasan. Biasakan dengan streching sebelum memulai secara bertahap dengan melakukan variasi dalam melakukan latihan,” ujarnya.

Penanganan dalam mengatasi cedera bisa dilakukan dengan metode yang disingkat RICE. Pertama R yaitu singkatan dari Rest, atau lakukan istirahat pada tubuh. Kemudian I, adalah Ice Packs yang harus dilakukan selama 15-20 menit. Lalu C adalah Compress, yaitu melakukan pengompresan dengan plastik atau bahan yang elastis. Terakhir E yaitu Elevate, yaitu meninggikan pergelangan kaki diatas posisi jantung.

Selain metode tadi bisa juga dilakukan pemeriksaan tambahan seperti, X-ray, CT-scan, MRI dan treatment ex yang tepat. Dalam hal berolahraga banyak cedera terjadi pada bagian atas tubuh, seperti bahu.

Hal ini disebabkan karena bahu, meskipun merupakan sendi yang geraknya paling bebas, namun  tidak stabil dan rentan mengalami cedera.

Cedera bahu ringan yang dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi. Sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan beristirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik, serta terapi untuk membantu proses pemulihan bahu.

Lain lagi jika  terjadi cedera bahu dengan kondisi robek otot. Dalam kondisi ini, pasien memerlukan diagnosa dan penanganan lebih lanjut. Jika kondisi cedera sudah sangat serius, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Berikut ini beberapa jenis cedera yang kerap terjadi saat melakukan kegiatan:

1. Benturan

Merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak karena benturan langsung pada otot atau ligamen. Bila disertai dengan perdarahan disebut memar.

2. Dislokasi

Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya.

3. Strain

Merupakan kerusakan yang terjadi pada otot dan/atau tendon karena penggunaan atau peregangan yang berlebihan.

4. Patah tulang

Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplit maupun tidak komplit.

5. Kram otot

Merupakan kelainan pada otot akibat gangguan sirkulasi darah.

6. Sengatan panas

Merupakan kelelahan akibat sengatan panas. Bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak. [JAR]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy