Operator Bus Diminta Perhatikan Kesehatan Pengemudi Dan Kernet Menhub: Bahaya, Banyak Sopir Punya Darah Tinggi –

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta operator bus, Dinas Perhubungan daerah dan Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD), memperhatikan kesehatan para pengemudi dan kernet bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Khususnya di masa mudik Lebaran.

BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi, mengaku menemukan sejumlah sopir bus yang tidak sehat.

“Saya sudah menemui (sopir bus) di Terminal Kampung Rambutan, mereka banyak yang darah tinggi karena kehidupannya memaksa mereka melakukan kegiatan sehari-hari. Ini bahaya. Saya instruksikan ke Dishub dan BPTD untuk memperhatikan kesehatan mereka,” kata BKS dalam rapat koordinasi teknis perhubungan darat di Jakarta, kemarin.

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini mengatakan, kondisi kesehatan sopir bus berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan penumpang.

Menurutnya, dalam sektor transportasi, keamanan merupakan Key Performance Indicator (KPI) utama yang harus dipenuhi oleh operator.

Karena itu, perlunya dokter atau petugas kesehatan yang berjaga di sekitar terminal utama penumpang, untuk memeriksa kesehatan para awak bus.

BKS menegaskan, pengecekan kesehatan mendesak dilakukan menjelang periode angkutan mudik Lebaran.

Dia juga mewanti-wanti, agar seluruh sopir maupun kernet berada dalam kondisi fit saat mengangkut penumpang.

 

“Kalau sakit, berikan pengobatan. Memang ada BPJS Kesehatan, tapi secara intensif korporasi perlu memberikan perhatian khusus,” tegasnya.

Bukan hanya itu, BKS meminta seluruh operator memastikan armadanya dalam keadaan layak beroperasi. Salah satunya melakukan ramp check kendaraan, termasuk bus pariwisata.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan, berdasarkan survei, potensi pergerakan masyarakat akan meningkat selama Angkutan Lebaran 2022. Ini bisa terjadi setelah syarat perjalanan dengan tes antigen/ PCR (Polymerace Chain Reaction) dihapus dihapus untuk yang sudah divaksin..

Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh data selain ke Jawa Tengah, potensi pergerakan masyarakat terbesar selanjutnya ke Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Dari hasil penelitian Badan Litbang Perhubungan, daerah tujuan terbesar, yaitu ke Jawa Tengah 26,8 persen atau 21,3 juta orang yang akan datang dari berbagai provinsi. Terutama dari Jawa Timur dan Jabodetabek,” ungkap Budi.

Kendaraan yang mendominasi perjalanan mudik adalah mobil pribadi, diprediksi sebanyak 21 juta orang atau 26 persen. Kemudian, sepeda motor 14 juta orang atau 18 persen. Disusul, bus 12 juta orang atau 16 persen, dan pesawat 9 juta orang atau 12 persen. Untuk kereta, di periode Idul Fitri ini, KAI menyiapkan kapasitas tempat duduk sebanyak 4,7 juta. [NOV]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *