Mutasi Covid Asal Inggris Belum Ada Di Indonesia –

Kabar baik, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, varian baru Covid-19 yang bermutasi di Inggris (B117) hingga saat ini belum ditemukan di Indonesia.

Hal ini didasarkan pada hasil penelitian Lembaga Biomolekuler (LBM) Eijkman yang menjalankan Whole Genome Sequencing di bawah pengawasan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

“LBM Edari 244 genome yang berhasil dikumpulkan dan dilaporkan ke GISAID. Sampai hari ini varian B117 belum ditemukan,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, kemarin.

GISAID merupakan institusi yang dibuat Pemerintah Jerman dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional untuk mempelajari data genetika virus.

Lembaga tersebut terbiasa melakukan studi ribuan genom virus atau mikroba penyebab wabah dunia, termasuk virus Corona.

Meski belum menemukan varian virus yang disebut lebih cepat menular itu, Wiku mengatakan, Pemerintah melalui Kemenristek/BRIN akan terus melakukan pengamatan atau penelitian genome sequencing.

Wiku menyatakan, Pemerintah akan selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi karena perkembangan pandemi Covid-19 sangat dinamis.

Dia menyebut, pada prinsipnya virus terus menerus mengalami perubahan kecil saat menyebar antarmanusia.

“Bisa saja virus bermutasi dan membuat vaksiån kurang efektif, namun hal ini hanya terjadi bila perubahannya sangat ekstrim,” bebernya.

Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan hal serupa.

Varian baru Corona yang muncul di Inggris itu, disebutnya tidak ada di Indonesia. Tim Genomic Surveilans sudah melacak sampel-sampel yang pernah ke Inggris atau yang berinteraksi dengan orang Inggris melalui tracing dan tracking. Hasilnya, tidak ada. [DIR]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy