Perginya Lionel Messi ke Paris Saint Germain (PSG) meninggalkan duka mendalam bagi Barcelona dan fans. Tapi, bagi Real Madrid, ini berkah.
Hal itu diungkapkan gelandang El Real, Toni Kroos kepada Podcast Einfach mal Luppen. Menurutnya, kehadiran Messi saat membela Barca cukup merepotkan timnya. “Tentu ini menjadi keberkahan dan peluang Madrid meraih kesuksesan,” ujar Kross.
Messi dan Barcelona diketahui sudah tidak lagi bersama mulai musim ini. Persoalan finansial klub jadi penyebab utama perginya Messi dari Camp Nou. Padahal, Messi yang habis kontraknya musim panas ini sejatinya sudah sepakat dengan penawaran kontrak baru dari Barcelona.
Dia bahkan sudah rela gajinya dipotong 50 persen agar tetap bertahan di sana. Namun, Barcelona terganjal aturan salary cap yang membuat Messi harus pergi. Pemain asal Argentina tersebut kini memulai kariernya bersama Paris Saint- Germain.
Messi pun seakan tidak percaya bakal meninggalkan Barcelona dan dibuktikan dengan isak tangis saat melakukan pidato perpisahan. Sebab. Messi selama ini begitu identik dengan Blaugrana.
Tapi, kepergian Messi tak melulu membawa kesedihan. Sebab, Toni Kroos selaku rival Barcelona justru senang ketika tak harus menghadapi Messi di El Clasico dan persaingan juara LaLiga. Sebab, Kroos tahu betapa merepotkannya Messi, terutama saat bertemu Madrid.
Dicatat Transfermarkt, Messi paling sering bertemu Real Madrid, yakni 45 kali dengan 19 kemenangan, 11 imbang, dan 15 kekalahan. Messi adalah top scorer El Clasico dengan 26 gol dan 14 assist sejak debut pada 2004. Dia juga mengoleksi 14 kartu kuning di duel tersebut.
“Kita lihat saja seperti performa Messi di PSG. Mungkin kepergiannya bagus untuk kami karena pesaing terberat kami kehilangan pemain terbaiknya,” ujar Kroos. “Bahkan lebih bagus lagi jika kami bisa meraih hasil bagus,” sambungnya. [DNU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID