Meski Pandemi Covid-19, BKS Pastikan Proyek Infrastruktur Jalan Terus –

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Double Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Minggu (18/4).

BKS, sapaan akrab Budi Karya, berangkat menggunakan kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Bekasi Timur. Dia menegaskan, pemerintah tidak pernah berhenti melakukan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di tengah pandemi Covid-19.

“Untuk pembangunan double track dan beberapa stasiun lebih dari Rp 6 triliun. Artinya, kita memberikan perhatian luar biasa pada masyarakat di Jabodetabek,” ujarnya.

Menhub mengatakan, nantinya akan ada empat stasiun besar selain Stasiun Gambir dan Stasiun Senen yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang.

“Artinya kita memiliki 4-6 stasiun yang dapat digunakan saudara-saudara kita yang ke arah Jawa Tengah, Jawa Timur. Jadi tidak bertempat di satu tempat,” katanya.

Proyek DDT Paket A tahap I Manggarai – Cikarang secara keseluruhan saat ini sudah mencapai 98 persen.

Selain meninjau proyek DDT, eks Direktur Angkasa Pura ll ini juga mengunjungi pameran kendaraan listrik di Stasiun Bekasi Timur. Dia mengupayakan kendaraan listrik di Indonesia bisa menjadi kebutuhan massal.

“Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, telah mengamanatkan bahwa kita harus mengarah ke penggunaan kendaraan listrik,” tuturnya.

Menhub menjelaskan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menindaklanjuti Perpres tersebut dengan membuat sejumlah regulasi tentang kendaraan listrik melalui Permenhub.

Aturan itu antara lain mengatur pengujian tipe fisik kendaraan bermotor listrik, kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik, konversi sepeda motor dengan penggerak motor bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai, dan sejumlah regulasi lainnya yang tengah disusun.

“Kami juga akan membuat road map dimana pada tahun 2030 ditargetkan kendaraan listrik sudah siginfikan digunakan oleh masyarakat banyak,” beber BKS.

Ia mengungkapkan sejumlah upaya lain yang telah dilakukan, yaitu mendorong penggunaan bus listrik melalui program Buy The Service (BTS) di beberapa kota seperti Bali, Surabaya, Bandung, Surabaya, dan Medan.

Program BTS dilakukan dengan membeli layanan dengan subsidi 100 persen dari operator dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. Sebagai tahap awal, penggunaan transportasi ramah lingkungan ini akan dimanfaatkan untuk angkutan transportasi seperti Transjakarta maupun Damri dan sebagainya sebagai angkutan perkotaan.

Selain bus, Kemenhub juga mendorong penggunaan kendaraan listrik pada kendaraan taksi dan sepeda motor.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN dan Dirut PLN untuk membangun lebih banyak lagi titik-titik stasiun pengisian kendaraan listrik berbasis baterai,” ucapnya.

Lemudian, Menhub dan jajaran Eselon I di lingkungan Kemenhub juga sudah menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan kedinasan. Menhub mendorong kementerian lembaga lain juga menggunakan kendaraan listrik agar penggunaannya semakin masif.

Dengan mengurangi penggunaan BBM yang semakin lama produksinya terus menurun sementara permintaan terus meningkat, diharapkan penggunaan kendaraan listrik menjadi kendaraan pilihan masyarakat yang ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas udara di Indonesia. [KPJ]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *