Merawat Kulit Dengan Bahan Alami Di Masa Pandemi –

Memiliki kulit sehat dan cerah merupakan dambaan banyak orang, khususnya perempuan. Banyak cara yang dilakukan untuk bisa mendapatkan kulit yang diinginkan. Ada yang dengan pergi ke dokter kecantikan, salon, operasi plastik maupun menggunakan produk-produk kosmetik berkualitas. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, perawatan kulit ke dokter atau ke salon, tentu berisiko. Sebab, dikhawatirkan, perawatan itu malah menimbulkan klaster penularan Covid-19.

Di masa pandemi ini, sebenarnya masalah kulit cukup banyak. Pembatasan sosial selama pandemi sering membuat orang stres. Nah, stres ini bisa mendorong penyebab permasalahan kulit wajah. Di antaranya jerawat, kulit kering, iritasi, dan penuaan atau keriput.

Bagi yang mengalami masalah ini, tidak perlu cemas. Masalah ini bisa diselesai di rumah dengan melakukan perawatan mandiri menggunakan bahan-bahan alami. Banyak bahan-bahan alami yang dapat digunakan, yang berkhasiat dan tentunya amana.

Pertama, pepaya (Carica papaya). Pepaya kaya akan antioksidan, seperti likopen, yang mampu melindungi dari beberapa tanda penuaan. Antioksidan ini juga dapat melawan kerusakan sel kulit akibat paparan sinar radikal bebas. Enzim papain dan chymopapain dalam pepaya mampu mengurangi peradangan. Papain pelarut protein banyak ditemukan di produk untuk kulit. Produk ini membantu mengurangi jerawat dengan cara mengangkat sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori. 

Buah pepaya selain bagus dikonsumsi secara langsung juga dapat dibuat masker dengan dipadukan dengan maju. Caranya, hancurkan satu cangkir pepaya cincang dan campurkan dengan dua sendok makan madu. Lalu aduk sampai seperti pasta. Oleskan secara merata ke seluruh wajah dan leher. Biarkan selama 20 menit, lalu bilas dengan air.

Kedua, lemon (Citrus limon). Lemon memiliki kualitas astringent karena tingkat asamnya. Bahan dengan pH tinggi seperti lemon mampu mengurangi peradangan dan minyak yang dapat berkontribusi dalam pembentukan jerawat. Asam sitrat, sejenis asam alfa (AHA) dapat membantu mencegah sel kulit mati yang menyebabkan bentuk jerawat noninflamasi seperti komedo. Lemon juga memiliki efek antimikroba yang bisa menjinakan bakteri Propionibacterium

Kita bisa mengaplikasikan satu sendok makan jus lemon, satu sendok makan madu, dan satu sendok makan minyak zaitun yang sudah tercampur rata ke seluruh wajah dan leher. Biarkan masker selama 10-30 menit. Kemudian bilas dengan air hangat, kemudian percikan air dingin ke wajah 

Ketiga, pare (Momordica charantia). Jus pare atau karale kaya antioksidan, vitamin C dan provitamin A, yang keduanya sangat penting untuk kesehatan kulit, mencegah penuaan dini, dan mengurangi kerutan. Selain itu, jus pare juga mampu mengurangi jerawat, serta melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya. 

Buah pare bisa kita konsumsi secara langsung dengan menjadikannya sebagai jus. Jika kita kurang suka dengan rasa pahitnya, bisa juga dicampur dengan jus lemon, garam atau madu. Caranya, cuci bersih pare, buang bijinya, potong kecil-kecil, tambahkan air ke dalam blender, lalu masukkan potongan pare ke dalam blender. Bisa juga mencampurnya dengan setengah sendok jus lemon, madu atau garam untuk menambah rasa. Blender hingga halus.

Keempat, almond (Prunus amygdalus batsch). Minyak almond memiliki kandungan sangat baik untuk perawatan kulit. Vitamin A yang terdapat pada minyak almond mampu merangsang produksi sel-sel kulit. Vitamin E pada minyak almond memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel dan membantu mengurangi kerusakan kulit yang disebabkan oleh paparan sinar UV. Dalam minyak almond juga terdapat asam lemak omega-3 yang mampu mencegah penuaan dini. 

Aplikasinya, bisa dibuat masker almond dengan ditambah susu. Caranya, campurkan 1 sendok makan madu, 1 sendok makan minyak almond, dan 3 tetes air mawar. Aduk sampai tercampur semuanya, lalu oleskan ke kulit wajah. Biarkan selama 10-15 menit kemudian bilas dengan air hangat.

Itulah beberapa bahan alami yang sering kita jumpai yang bisa kita gunakan untuk merawat kulit wajah di masa pandemi. Semua kulit kita tetap sehat mesti di tengah pandemi.***

Penulis: Anah, Mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Bandung

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy