Lebih Ekonomis, Tantri Kotak Rajin Belanja Ke Pasar Tradisional –

Penyanyi Tantri Syalindri Ichlasari alias Tantri Kotak, punya cara khusus untuk memenuhi gizi anggota keluarganya.

“Menyiapkan menu makanan untuk seminggu itu aku berlakukan. Jadi aku belanja ke pasar tradisional, semenjak aku menikah. Ya, masak untuk keluarga,” jelas Tantri dalam acara Royco Launch Virtual.

Istri dari Arda Naff ini mengaku senang belanja di pasar tradisional karena lebih ekonomis. Selain itu, menyiapkan menu sepekan juga bisa menakar anggaran belanja sayuran, dan menghindari kebingunan untuk menyiapkan menu di setiap harinya.

Bicara pemenuhan gizi, Tantri konsen terhadap pemenuhan yang seimbang. Dia juga memilih cara demokratis dalam menyusun menu dengan melibatkan anak-anaknya memilih yang favorit.

Langkah itu dilakukan, karena anak-anaknya juga kerap menolak makan sayur. “Orangtua memang harus kreatif. Sebisa mungkin nggak kelihatan sayuran yang disukai pas dia makan,” ceplos sang vokalis grup band Kotak ini.

Asupan zat gizi mikro dapat dipenuhi dengan memastikan sajian makanan beragam di rumah sejak dini. 

Dokter spesialis gizi klinik, Diana Suganda, memuji langkah Tantri dalam upaya pemenuhan gizi seimbang.

Menurutnya, orangtua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan, termasuk garam beriodium. 

“Pemenuhan kebutuhan iodium harus diperhatikan dari hulu ke hilir, sejak dalam kandungan,” jelas dia.

Karena, menurutnya, kekurangan iodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu. Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita gangguan akibat kekurangan iodium mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta poin.

Director of Foods & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk Hernie Raharja menerangkan, Unilever secara global memiliki komitmen untuk membantu masyarakat melakukan transisi menuju pola makan yang lebih sehat. Sembari mengurangi dampak lingkungan dari sistem rantai makanan secara keseluruhan.

Menurutnya, Royco punya tujuan mulia, yaitu Gerakan Pangan untuk Masa Depan Berkelanjutan guna menginspirasi keluarga Indonesia dalam mengonsumsi hidangan yang baik untuk tubuh maupun untuk bumi. 

Pasalnya, lanjut Hernie, Royco mencermati salah satu permasalahan gizi yang masih dihadapi oleh masyarakat Indonesia, yakni hidden hunger. Kondisi kekurangan gizi ini masih sering diabaikan karena dampaknya baru terlihat dalam jangka panjang. [MER]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy