Kemenkop Akui Banyak Aturan Menghambat Kemajuan Koperasi –

Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Ahmad Zabadi ingin agar koperasi semakin maju.

Dia pun mendorong insan, lembaga atau yayasan koperasi, salah satunya IKA Ikopin, berperan dalam mendorong regulasi terciptanya iklim kondusif perkembangan koperasi.

Menurutnya saat ini banyak aturan yang menghambat kemajuan koperasi. Seperti, perlunya revisi UU Koperasi, perlunya koperasi simpan pinjam memiliki Lembaga Jaminan Simpanan (LPS).

“Saat ini koperasi tidak ada LPS-nya. Koperasi tidak diatur dalam UU Perbankan sehingga tidak ada LPS. Ini yang harus kita perjuangkan yang hingga kini banyak hambatannya,” kata Zabadi dalam sambutannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP IKA Ikopin di Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (8/1).

Menurutnya, tantangan itu baru sebagian kecil. “Kita juga harus memperjuangkan kebijakan agar koperasi masuk dunia digital,” ucapnya.

Ketua DPP IKA Ikopin Entis Sutisna mengatakan, salah satu yang akan dibangun adalah membangun IKA yang solid dan membawa kejayaan alumni Ikopin.

“Langkah awal sudah dilakukan, mulai kompaknya kita melalui proses Musyawarah Nasional (Munas), hingga terbentuknya kepengurusan yang merangkul dua kubu yang saat munas sempat terbelah dua,” ujarnya.

Lanjut Entis, Hal lain yang telah dilakukan menggerakan alumni yang aktif di berbagai instansi pemerintah maupun lembaga koperasi untuk ikut membantu Kegiatan Kerja Nyata (KKN) atau praktek mahasiswa Ikopin.

Sementara Ketua Yayasan Koperasi Indonesia (YPI), Muhammad Taufik mengatakan, Ikopin harus mengikuti perkembangan jaman. Tidak lagi Institut tapi harus menjadi Universitas Koperasi.

“Tahun ini Ikopin ditargetkan sudah jadi Universitas. Maka sistem pendidikan juga harus direvisi. Misalnya mahasiswa semester I-IV harus tinggal di asrama. Tujuannya untuk penguatan karakter unggul dan inovasi mahasiswa. Memperkuat pendidikan ke arah digital dan mewajibkan mahasiswa mengajar ke SMA/SMU agar pemahaman koperasi makin dikenal di kalangan pelajar. Yang pada akhirnya hasil input maupun output Ikopin makin baik,” harapnya.

Rektor Ikopin Burhanudin Abdullah yang juga mantan Gubenur BI berpesan kepada DPP IKA Ikopin agar ikut berperan dalam pembangunan koperasi yang lebih luas.

“Saya melihat ke depan koperasi makin prospektif. Tidak saja secara nasional tapi juga secara global. Ini yang harus kita optimalkan oleh IKA Ikopin,” tegasnya.

Menurut dia, ada banyak faktor yang mendukung kemajuan koperasi. Burhanudin memberi indikator surplusnya perdagangan Indonesia yang mencapai 200 miliar dollar.

“Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dalam beberapa tahun ini. Angka ini akan terus meningkat dari mulai beragamnya komoditas ekspor, seperti kopi, minyak sawit, litium, dan tambang galian lainnya,” tandasnya. [DRS]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *