Kebut Reformasi Dan Transformasi, BUMN RI Berguru Sampai Ke Negeri China –

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan pertemuan dengan Vice Chairman dari State-Owned Asset Supervision and Administration (SASAC), Ren Hongbin di Wuyi, China, Sabtu (2/4). Membahas peningkatan kerja sama BUMN antar kedua negara.

SASAC adalah instansi pemerintah China, yang mengelola 97 BUMN Tiongkok.

“Saya bertemu dengan mereka, untuk mempelajari bagaimana China berhasil mereformasi dan mentransformasi BUMN mereka untuk menjadi lebih efisien, memberikan kontribusi yang maksimal untuk masyarakat, dan menjadi pemain kelas dunia,” ujar Erick dalam keterangannya, Jumat (2/4).

BUMN Indonesia dan BUMN China mempunyai misi dan visi yang sama untuk negaranya.

Sama dengan BUMN RI, BUMN China juga memberikan kontribusi ke masyarakat, selain membantu peningkatan penerimaan negara.

Namun, ada perbedaannya. Total BUMN China kelolaan SASAC yang sukses menembus Global Forbes 500, berjumlah 48. Sedangkan BUMN Indonesia baru ada 2, yakni BRI dan Mandiri.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan dialog, dan membuat platform kerja sama BUMN antar kedua negara yang lebih konkret.

Demi mewujudkan kerja sama yang berkelanjutan, SASAC mengundang Kementerian BUMN dan BUMN Indonesia untuk melakukan pertemuan rutin dengan BUMN China.

Selanjutnya, SASAC dan Kementerian BUMN akan meninjau beberapa proyek kerja sama di  sektor ketenagalistrikan dan kerja sama investasi perikanan kelas dunia, untuk wilayah Timur Indonesia.  

Selain itu, Erick bertemu dengan perwakilan dari CBL yang merupakan konsorsium China yang terdiri dari Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend.

Konsorsium ini bermitra dengan konsorsium BUMN yang terdiri dari MIND ID, Pertamina, PLN, dan Antam untuk pengembangan EV Battery.

“Saya ingin memastikan bahwa CBL berkomitmen untuk kerjasama ini, dan segera menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Saya tegaskan,.proyek investasi ini didukung penuh oleh pemerintah karena akan memberikan nilai tambah yang besar bagi sektor pertambangan kita,” papar Erick.

“Skema kerja sama ini tidak hanya membuat Indonesia menjadi pasar. Dengan transfer teknologi, kita akan menjadi pemain EV Battery kelas dunia,” pungkasnya. [HES]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *