Kasih BLT Minyak Goreng Jokowi Sayang Tukang Gorengan –

Melonjaknya harga minyak goreng (migor) bikin emak-emak dan tukang gorengan pusing. Untuk meringankan beban mereka, Presiden Jokowi pun memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) migor. Kebijakan Jokowi ini dipuji warganet. Menurut mereka, pemberian BLT ini bukti Jokowi sayang tukang gorengan.

Kenaikan harga migor menjadi perhatian Jokowi. Eks Wali Kota Solo itu mengatakan, melonjaknya harga migor karena harga minyak sawit dunia terus melambung tinggi. Nah, untuk meringankan beban masyarakat, Pemerintah akan memberikan BLT migor.

Nantinya, bantuan tersebut diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang masuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Tak ketinggalan, Jokowi juga menyertakan 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan untuk diberikan BLT migor.

BLT migor ini dikemas dalam bentuk uang sebesar Rp 100 ribu setiap bulannya. Dijelaskan Jokowi, jajarannya akan memberikan sekaligus untuk tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni, yang akan dibayarkan di muka pada April 2022 sebesar Rp 300 ribu.

Tak lupa, Jokowi meminta jajarannya memastikan penyaluran BLT migor ini dengan baik. “Terakhir, saya minta Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, dan TNI, serta Polri, berkoordinasi agar pelaksanaan penyaluran bantuan ini, berjalan dengan baik dan lancar,” pesannya.

Mendengar adanya BLT migor, netizen happy. Akun @Braderhood16 meminta bantuan itu, segera direalisasikan. “Salurkan segera program BLT untuk rakyat yang membutuhkan. Jangan sungkan dan takut ditegur sama beliaunya,” pesannya.

 

“Inilah sisi lain Pak Presiden yang mengerti dan memahami rakyatnya. Siapapun yang selama ini menganggap bapak menyengsarakan rakyat, pasti belum mengenal kepribadian bapak yang sesungguhnya. Mengagumkan sekali,” kata @Gen_Be_Wise.

Pujian juga datang dari politisi Senayan. Ketua DPP PKB, Daniel Johan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Ia menganggap, BLT migor merupakan langkah sigap pemerintah dalam merespons kesulitan rakyat.

Menurut Daniel, akan lebih baik lagi jika upaya itu dibarengi dengan membongkar praktik oligopoli terkait persoalan migor dengan melakukan penegakan hukum. Selain juga menerbitkan kebijakan yang berpihak ke wong cilik.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno menilai, BLT migor merupakan upaya temporer untuk mengurangi beban hidup masyarakat di tengah harganya yang saat ini tinggi. Namun, ia juga meminta agar Pemerintah mengambil langkah permanen menyelesaikan persoalan migor.

Hendrawan menganggap, solusi temporer tidak akan bertahan lama menjawab keresahan masyarakat. [MEN]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *