Jangankan Kelola Keuangan, Untuk Makan Besok Saja Masih Mikir –

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjadi bulan-bulanan warganet. Hal ini terkait dengan pernyataannya di akun twitternya tentang menghadapi kenaikan harga yang terjadi belakangan ini. Salah satunya akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Keripikpedas.id mengunggah foto Sandiaga Salahuddin Uno sedang melambai­kan tangan kanan. Di dalamnya berisi ten­tang pesan bijak dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

“Meski harga-harga kini sedang meningkat, namun jika kalian pintar dalam mengelola keuangan, saya yakin kalian bisa selamat dan bangkit jauh lebih baik,” pesan Sandiaga.

Juga dibumbui dengan tanggapan dari pernyataan Sandiaga. Isinya, demikianlah pesan bijak dari menteri terkaya nomor satu di pemerintahan saat ini.

Keripikpedas.id mengucapkan terima kasih atas pesan bijak Sandiaga Uno. “Akan saya coba terapkan Pak. Tercerahkan,” ujar Keripikpedas.id dalam caption-nya.

Akun @Muhamadalbaqir mengatakan, hal yang paling sulit mengelola keuangan adalah ketika tidak ada uangnya. Kata @Andro_here, kemungkinan Sandiaga lupa kalau mau mengelola duit, mesti ada duitnya dulu baru bisa.

“Bagaimana mau mengelola keuangan kalau uangnya saja tidak ada. Apa yang mau dikelola,” kata @Yzfy15rj. “Masalahnya, uangnya nggak ada, terus apa yang mau dikelola,” saut @Setianitsania.

Akun @Yuni25571 mengaku ingin mengelola duit dengan baik. Tapi, kata dia, uang belanjanya sama pas-pasan. Dia bilang, mau ngirit gas elpiji habis. Mau hemat lagi, kata dia, giliran beras habis.

“Pak Sandi tidak pernah melihat orang susah dan bagaimana rasanya mengatur keuangan yang bahkan belum ada di kantong,” ujar @Premium_gya.

Akun @henny_90210 menyindir istri dan Ibu Sandiaga yang tidak pernah merasakan ngatur gaji suami yang hanya sesuai Upah Minimin Regional (UMR) dengan anak 3 dan sekolah semua. Kata @KhaviaRisky, sepintar-pintar mengelola uang, tetap tidak seimbang kalau biaya kebutuhan naik tapi pendapatan sama.

 

“Dan banyak biaya tidak terduga seperti sakit,” ujar @KhaviaRisky.

“Maksudnya Sandi, kalau biasa makan tiga kali sehari, mulai sekarang menjadi satu kali sehari karena tidak akan mati. Kurang lebih gitu maksud pesannya,” sindir @ferdy_fjr.

Akun @firmanahmedinej bertanya bagaimana cara mengelola gaji Rp 1,5 juta per bulan. Yaitu, dengan jumlah tersebut sudah ada uang buat bayar air, listrik, kontrakan dan makan sehari-hari biar bisa cukup.

“Tinggal dan makan di rumah mertua,” jawab @jetsilvers.

Akun @irtikcantik meminta Sandiaga memberikan pelatihan gratis manajemen keuangan. Termasuk juga, kata dia, tuto­rial bertahan hidup dengan gaji di bawah UMR per bulan.

“Semua argumentasi tentang keuangan oleh orang yang tidak pernah miskin dan melarat adalah argumentasi kosong yang tak perlu didengarkan,” ujar @etxsxhtch.

Akun @Surmi612 menyindir. Kata dia, kalau Pemerintah pandai mengelola keuangan, pasti rakyat tidak dibebani dengan harga barang yang tinggi dan pajak yang semakin menggila.

“Gaji karyawan harus ikutan naik dulu mengikuti kenaikan harga BBM. Baru deh benar kata bapak,” kata @uda_inun.

Akun @Ncoes41 menyarankan Sandiaga untuk diam daripada bikin sakit hati rakyat kecil. Pasalnya, jangankan men­gelola keuangan, sebagian rakyat kecil bahkan untuk makan besok saja mikir.

“Setuju dengan pernyataan Sandiaga. Satu-satunya adalah pengangguran diberi pekerjaan dan yang sudah bekerja upah­nya disesuaikan. Sesimpel itu,” kata @BrugginkVan. [TIF]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *