Ikut Kejuaraan Piala Danpaspampres 2022 Bamsoet Dorong Prajurit TNI Raih Prestasi Di Kejuaraan Menembak Internasional –

Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga Penasehat Perbakin turut serta dalam Kejuaraan Menembak Piala Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) 2022 yang digelar 10-13 Maret 2022, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Diharapkan, melalui kejuaran menembak ini semakin mengasah kemampuan anggota Paspampres dalam hal menembak. Selain itu, juga sebagai sarana mencari bibit atlet menembak Indonesia.

“Saya mendorong institusi TNI memperbanyak kejuaraan menembak. Selain untuk mempertajam kemampuan menembak, juga meningkatkan pretasi para prajurit TNI dikancah nasional ataupun internasional. Terlebih, tidak sedikit prajurit TNI yang memenangi kejuaraan internasional,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat mengikuti Kejuaraan Menembak Piala Danpaspampres 2022, di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Minggu (13/3).

Hadir dalam acara tersebut Danpaspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo sekaligus membuka secara resmi kejuaraan menembak Piala Danpaspampres 2022 secara virtual, Menkumham Yasonna H Laoly, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) sekaligus Ketua Umum Perbakin Letjen TNI Joni Supriyanto, dan jajaran utama TNI/Polri.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, keikutsertaan institusi TNI seperti Paspampres dalam penyelenggaraan kejuaraan menembak sangat relevan. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pasukan TNI diperlukan untuk menjawab tantangan zaman.

“Berbaurnya ancaman militer dan nonmiliter mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi. Jika tidak siap dan waspada, bangsa Indonesia bisa tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu,” papar Bamsoet.

Kejuaraan menembak Piala Danpaspampres 2022 mempertandingkan tujuh kelas. Yaitu kelas tembak eksekutif, tembak presisi 25 meter, tembak reaksi IPSC level II, kelas tembak reaksi non-IPSC (pistol non optik), tembak air rifle, air pistol, tembak Paspampres style, dan tembak eksibisi (tembak artis).

“Dalam setiap perlombaan, pasti ada kalah dan menang. Bagi yang menang patut diberikan apresiasi. Bagi yang belum beruntung, bisa menjadikan kekalahan sebagai pembelajaran dan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” pungkas  Bamsoet. [USU]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *