Hari Guru Nasional, Bamsoet Sosialisasi Empat Pilar MPR Bersama IGI –

Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menekankan, peringatan Hari Guru Nasional setiap 25 November, adalah momentum bagi semua elemen bangsa untuk merenungkan kembali, betapa mulianya tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan kepada para guru dalam mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita pun kerap mendengar atau bahkan menyaksikan langsung, begitu banyak kisah inspiratif tentang jiwa pengabdian guru dalam mengasah, mengasihi, dan mengasuh segenap anak bangsa.

“Gambaran karakter guru di Indonesia yang begitu mulia, dapat kita runut pada cerminan sejarah. Utamanya pada sosok teladan yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Gagasan dan pemikiran beliau mengenai konsep pendidikan dan kepemimpinan nasional yang kita kenal dengan semboyan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani, adalah legasi monumental yang tidak akan lekang oleh dinamika zaman,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR, bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) secara daring dari Bali, Jumat (25/11).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dalam konteks pembangunan nasional, guru memiliki peran strategis dan signifikan dalam melahirkan sumber daya manusia yang terampil, kompeten, memiliki daya saing dan berkarakter. Sementara, pendidikan adalah sebuah gagasan terintegrasi dari konsep memberikan keteladanan, motivasi atau semangat, serta dorongan dan inspirasi, kepada seluruh anak didik. 

“Sebagaimana pesan Bung Karno, guru bukanlah penghias alam, melainkan ‘pembentuk manusia’. Ini selaras dengan amanat Konstitusi Pasal 31 Ayat 3, bahwa muara dari implementasi sistem pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, dewasa ini perspektif mengenai pentingnya membentuk sumber daya manusia yang unggul menjadi isu yang krusial, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks dan multidimensional. Tantangan tersebut akan menguji eksistensi bangsa pada setiap aspek kehidupan, baik material maupun spiritual.

“Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, kita memiliki kesepahaman bahwa kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak tertinggal laju peradaban. Namun seiring dengan kompleksitas tantangan zaman dewasa ini, juga harus disadari bahwa kita tidak sekadar membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dalam penguasaan ilmu dan teknologi, namun yang jauh lebih fundamental, kita membutuhkan sumber daya manusia yang berkarakter,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia ini menambahkan, Ikatan Guru Indonesia sebagai wadah organisasi tempat bernaung para guru, adalah organisasi penting sebagai mitra utama pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Karenanya, menjadi kewajiban bersama seluruh komponen bangsa untuk bekerja bersama, bahu membahu, dan bersinergi dengan organisasi Ikatan Guru Indonesia dalam melaksanakan tugas mulia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan Konstitusi.

“Saya optimistis dengan segala sumber daya yang dimiliki, Ikatan Guru Indonesia dengan keanggotaan mencapai 169.309 guru yang tersebar di 514 kabupaten/kota, kiprah dan kontribusi penting Ikatan Guru Indonesia dalam pemerataan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, akan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat Indonesia,” pungkas Bamsoet.■

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy