Gletser Himalaya Longsor 11 Orang Tewas, 145 Lainnya Belum Ditemukan –

Sedikitnya 11 orang tewas dan 145 hilang setelah sebongkah gletser Himalaya longsor ke sungai, dan memicu banjir besar di India utara. Luapan air itu menghancurkan bendungan dan mengalir melalui lembah di negara bagian Uttarakhand, India . Sebagian besar korban yang hilang diyakini merupakan pekerja dari dua pembangkit listrik tenaga air di daerah tersebut, seperti dikutip dari laman BBC, Senin (8/2). Ratusan tentara dan helikopter militer telah dikirim ke wilayah tersebut untuk membantu upaya penyelamatan. Para ahli sedang menyelidiki insiden tersebut. Para pejabat mengatakan, sejauh ini 25 orang telah diselamatkan. Dalam sebuah tweet, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, dia terus mencermati situasi di Uttarakhand. “Telah terus-menerus berbicara dengan pihak berwenang dan mendapatkan pembaruan tentang penyebaran, pekerjaan penyelamatan dan operasi bantuan,” katanya dalam sebuah tweet. “India menaruh simpati pada Uttarakhand dan negara berdoa untuk keselamatan semua orang di sana,” imbuhnya. Para pemimpin dari seluruh dunia juga telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. “Hati dan pikiran saya bersama orang-orang India. Dan pekerja penyelamat di Uttarakhand saat mereka menanggapi banjir dahsyat,” kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam tweet. “Inggris berdiri dalam solidaritas dengan India dan siap menawarkan dukungan yang diperlukan,” katanya lagi. Polisi Uttarakhand mengatakan, longsoran salju terjadi pada Minggu (7/2) sekitar pukul 11.00 waktu setempat (05.30 GMT). Menghancurkan bendungan yang dikenal sebagai Proyek Hidroelektrik Rishiganga. Tim darurat berhasil menyelamatkan 16 pekerja yang terjebak di dalam terowongan, yang dipenuhi puing-puing. Para pejabat mengatakan kepada BBC, sekitar 35 hingga 40 orang diperkirakan terperangkap di terowongan kedua. Uttarakhand, di Himalaya bagian barat, memang rentan terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Sekitar 6.000 orang diyakini tewas akibat banjir pada Juni 2013, yang dipicu oleh hujan terberat dalam beberapa dekade. [EFI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy