<p>Eating Reorder (ER), komunitas dan program hidup sehat melalui pengaturan pola makan secara natural, menggelar konferensi tahunan pertama di Wang Plaza, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (30/9). Acara diikuti 200 peserta dan member dari total 6.000 <em>member</em> yang resmi terdaftar sejak berdiri 2,5 tahun lalu. ER juga mengumumkan akan melakukan lebih banyak kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan layanan terbaik bagi member.</p>
<p>Konferensi pertama ini menghadirkan pembicara utama Roy Irawan sebagai <em>Founder</em> <em>of</em> Eating Reorder, pembicara tamu Ade Rai, dan Ariesandi Setyono yang merupakan Founder of Academi Hipnoterapi Indonesia. Hadir juga 35 <em>coaches</em> ER, ditambah 8 <em>coac</em>/<em>ies</em> baru yang dilantik baik secara <em>offline</em> maupun <em>online</em>.</p>
<p>Puluhan coach tersebut sudah tersertifikasi dari Eating Reorder dan Academi Hipnoterapi Indonesia. Coach tersebut bukan hanya ada di Indonesia tapi juga di luar negeri, yaitu Australia dan Belanda yang segera diharapkan menjadi awal pembentukan ER Internasional berbahasa Inggris.</p>
<p>Roy Irawan menjelaskan, <em>The</em> <em>1st</em> <em>Annual</em> <em>Eating</em> <em>Reorder</em> <em>Conference</em> ini antara lain mendukung para member menjadi pribadi yang maksimal dalam hidup serta menjalankan hidup dengan potensi maksimal, namun tetap mengedepankan nilai netralitas agar terus belajar untuk mencapai yang terbaik dalam hidup. Selain itu, ER juga ingin berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat Indonesia melalui pengaturan pola pikir dalam pola makan supaya bisa mempertahankan kesehatan secara permanen.</p>
<p>“Kita sering ditanya apa itu ER, programnya bagaimana, apa ini program diet, pakai suplemen apa? Sederhananya, di ER kita sama-sama belajar mengatur pola pikir dalam pola makan. Kita tidak jualan produk tapi kita tanamkan hidup sehat itu mudah dan menyenangkan. Saya selalu katakan umur itu ada di tangan Tuhan, kesehatan itu di tangan kita,” ungkap Roy Irawan.</p>
<p>ER hadir bagi orang-orang yang ingin hidup sehat secara natural tanpa obat, tanpa suplemen, tanpa produk. ER juga bukan diet tapi mengatur pola pikir, pola makan, pola istirahat dan pola exercise. Apalagi bagi kebanyakan orang kata diet mengandung tekanan dan beban serta vibrasi negatif sehingga orang menjalankannya dengan terpaksa.</p>
<p>"Kita sama-sama memilih, memutuskan, dan mengizinkan untuk hidup sehat dengan cara mudah dan menyenangkan. Dalam mengatur pola pikir, misalnya, kita perlu mengatur mindset, membuang belief dan mitos-mitos negatif tentang makan dan kesehatan," ucapnya.</p>
<p>Mindset atau mitos-mitos itu di antaranya, makan malam membuat gemuk, sulit menurunkan berat badan ketika sudah berumur, atau mitos turun temurun seperti, kalau makan tidak habis maka nasinya nangis, keturunan tulang besar, dan sebagainya.</p>
<p>ER juga tak menetapkan tarif tertentu agar orang bisa menjalani programnya. “Kami berkomitmen untuk menjadi program yang dapat diterima semua kalangan, karena sehat itu hak semua orang," ungkap Roy Irawan.</p>
<h3>Apresiasi Ade Rai</h3>
<p>Ade Rai mengatakan, hidup sehat adalah dengan membiasakan diri dalam keseharian, seperti pengaturan pola gerak, yaitu gerak badan, gerak makan maupun gerak pikiran.</p>
<p>"Modal awal hidup sehat adalah membiasakan diri dalam keseharian, seperti pengaturan pola gerak, apakah gerak badan dengan berolah-raga, gerak makan dengan pengaturan nutrisi, maupun gerak pikiran dengan pengaturan pola napas tentunya,” ucapnya.</p>
<p>Ade Rai memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Eating Reorder sebagai sebuah komunitas dan sebuah program yang layak untuk menjadi salah satu opsi terbaik dalam berproses menuju hidup yang lebih sehat.</p>
<p>Sedangkan Ariesandi Setyono mengatakan, ada banyak hal-hal di pikiran bawah sadar yang dapat membatasi seseorang mencapai potensi maksimal dalam hidupnya.</p>
<p>“Otak yang dipakai pada saat menurunkan berat badan adalah otak yang sama dipakai untuk semua aspek dalam hidup, maka jangan heran jika dengan mempelajari pola pikir dalam pola makan, maka banyak aspek dalam hidup juga akan mengalami peningkatan," ujar Ariesandi.</p>
<p>Maka itu, dibutuhkan sikap netral dalam memulai sebuah program ataupun proses dalam hidup, ibarat gelas yang kosong, siap untuk menerima ilmu dan pengertian yang baru. Pada Mei 2022, saat perayaan HUT ke-1 ER, jumlah anggota tercatat 2.100 orang, berkembang sangat pesat hingga saat ini mencapai lebih dari 6.000 orang dari seluruh dunia. Pada HUT ke-1 telah diluncurkan aplikasi ER yang berisi antara lain Panduan Nutrisi sesuai dengan kebutuhan kesehatan yang spesifik dari setiap member, jadwal kelas coaching, konten edukasi, dan lainnya. Banyak member yang sudah berhasil dengan program yang dijalankan di ER, dan kesaksian mereka dapat didengar dalam konferensi ini.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips