Elixir Medical Corporation Kembangkan Inovasi Teknologi Bioadaptor –

<p>Elixir Medical Corporation, perusahan pembuat perangkat medis dan farmasi inovatif yang berbasis di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS) telah mengembangkan teknologi inovatif yang dikenal sebagai Bioadaptor.</p>

<p>Dalam menilai keamanan dan keefektifannya, perusahaan melakukan uji klinis yang disebut Bioadaptor RCT.</p>

<p>Perwakilan Elixir Medical di Indonesia Ati Sarawati mengumumkan tersedianya teknologi inovatif ini di beberapa rumah sakit bergengsi di Indonesia.</p>

<p>Rumah sakit tersebut antara lain RS Harapan Kita, RS Medistra, RS Pusat Pertamina, RS Kristen Bethsaida, RS Abdi Waluyo, RS Siloam Lippo Cikarang, RS Siloam Lippo Village, RS Siloam MRCC, RS Siloam Kebun Jeruk, RS Bina Waluya, RS Mandaya, RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD).</p>

<p>&quot;Ketersediaan Bioadaptor di Indonesia yang tersebar luas ini memastikan bahwa pasien memiliki kesempatan untuk mengakses Bioadaptor dan kemampuannya yang canggih di berbagai fasilitas kesehatan ternama,&quot; katanya dalam keterangan resmi, Selasa (27/6).</p>

<p>Kardiolog intervensi Rumah Sakit Medistra Jakarta Teguh Santoso mengungkapkan antusiasmenya dengan hasil kajian Bioadaptor tersebut.</p>

<div style=”page-break-after: always”><span style=”display: none;”>&nbsp;</span></div>

<p>Temuan itu menunjukkan bagaimana Bioadaptor memiliki dampak positif untuk mengurangi volume plak dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.</p>

<p>&ldquo;Mengapa memilih Bioadaptor? Karena 6 bulan setelah stenting, alat akan beradaptasi dan membiarkan pembuluh darah bergerak secara alami dan menurut saya hal ini sangat penting bagi pemulihan pasien,&rdquo; jelasnya.</p>

<p>Peneliti utama RCT Bioadaptor Shigeru Saito MD dari Rumah Sakit Umum Shonan Kamakura, Jepang mengatakan, temuan studi terkait hal tersebut sudah dipresentasikan selama sesi hotline di EuroPCR 2023 di Paris.</p>

<p>Dirinya menyoroti potensi yang menjanjikan dari Bioadaptor pada kasus aterosklerosis koroner.</p>

<p>Seorang ahli jantung intervensi senior di Antwerp Cardiovascular Center Antwerpen Belgia Stefan Verheye mengatakan hasil penelitian menunjukkan, Bioadaptor memulihkan denyut pembuluh darah, yang diukur dengan ultrasound, dan dipertahankan ketika lumen pembuluh terbuka.</p>

<p>&quot;Ini juga menunjukkan tingkat penyempitan pembuluh darah yang lebih rendah dan lebih sedikit kehilangan ukuran lumen dibandingkan dengan stent konvensional. Hasil positif ini diamati di berbagai jenis pembuluh darah dan lesi, termasuk pada pasien diabetes,&quot; jelasnya.</p>

<p>Temuan penting lainnya adalah stabilisasi dan regresi plak yang diamati dengan Bioadaptor. Dalam analisis subkelompok, terungkap bahwa Bioadaptor menurunkan volume plak pasca pemasangan stent, sedangkan stent konvensional menyebabkan peningkatan plak.</p>

<p>Hal ini menunjukkan potensi sinergis antara pemulihan gerak dan fungsi pembuluh Bioadaptor dan penggunaan obat penurun lipid.</p>

<p>Lead Investigator Bioadaptor dari Rumah Sakit Umum Shonan Kamakura mengatakan, di acara EuroPCR di Paris 2023 pada bulan lalu saat hasil penelitian terbaru dari Bioadaptor ini diumumkan ke publik.</p>

<p>&ldquo;Ketika saya melihat hasilnya, saya sangat terkejut sekaligus antusias,&rdquo; ucapnya, mengacu pada perubahan volume plak.</p>

<p>Sebagi informasi, Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI), baru-baru ini menggelar webinar Pembelajaran Jarak Jauh bertajuk 'Restorasi Fungsi Pembuluh Darah Paska Pemasangan Ring.'</p>

<p>Program Pembelajaran Jarak Jauh tersebut terdiri dari sesi pendahuluan dan presentasi kasus oleh Stefan Verheye ahli jantung intervensi senior dari Antwerp Cardiovascular Center, Belgia dan Teguh Santoso.</p>

<p>Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi dengan beberapa ahli jantung intervensi terkemuka di Indonesia, membahas tentang bagaimana teknologi Bioadaptor mengembalikan fungsi pembuluh darah setelah prosedur pemasangan ring jantung (stent).</p>

<p>Dalam webinar tersebut, para peserta membahas pengumuman hasil RCT (Randomized Controlled Trials) Bioadaptor baru-baru ini, yang berlangsung pada Konferensi EuroPCR 2023 di Paris bulan lalu.</p>

<p>Studi ini melibatkan 445 pasien dari Jepang dan Eropa, serta membandingkan keamanan dan tingkat kemanjuran teknologi Bioadaptor dengan Resolute Onyx yang merupakan Stent DES terbaik.</p>

<p>Sebelumnya, pengobatan untuk Penyakit Arteri Koroner (CAD) merupakan sebuah tantangan tersendiri, namun hal ini terbantahkan sejak diperkenalkannya sebuah teknologi baru yang disebut Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau prosedur Intervensi Non Bedah yang terbukti memberikan keamanan jangka pendek bagi pasien.</p>

<p>Meski demikian, seiring berjalannya waktu, ditemukan adanya kecenderungan peningkatan kejadian atau serangan yang berulang yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.&nbsp;</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *