Capres KIB, Zul Sebut Empat Nama –

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar-PAN-PPP bakal mulai membahas capres-cawapres dua bulan mendatang. Soal siapa yang masuk radar, Ketum PAN Zulkili Hasan mengaku punya 4 nama yang borpotensi dicalonkan KIB.

Dua pekan lalu, KIB baru saja bertemu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ketiga ketum parpol, yakni Airlangga Hartarto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN) dan Mardiono (PPP) hadir. Sayangnya, pertemuan itu masih belum membahas soal capres-cawapres yang akan diusung KIB untuk Pilpres 2024. Alasannya, selain masih fokus pada persiapan KTT G20, KIB mengaku masih menunggu 2 parpol yang disebut bakal segera bergabung.

Jadi kapan bahas capres? Zulhas-sapaan Zulkifli, memberikan jawaban. Kata dia, KIB baru akan membahas capres pada pertemuan lanjutan yang digelar 2 bulan ke depan.

“Kami kalau KIB merumuskan dulu apa yang dikerjakan. Mudah-mudahan dua bulan depan berbicara soal capres,” ujar Zulhas usai menghadiri acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah, di Kota Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Soal siapa yang masuk radar, Wakil Ketua MPR itu terang-terangan kepincut dengan 4 nama yang saat ini elektabilitasnya lagi moncer di survei capres. Mereka adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Kebetulan beberapa nama yang disebutkan Zulhas itu juga hadir di pembukaan Muktamar Muhammadiyah. Bahkan, Zulhas dan Ganjar malah sempat selfie bersama. Keduanya kompak menggunakan masker. Ganjar pakai masker merah putih dan Zulhas masker putih

Apa tanggapan Golkar? Politisi Golkar, Dave Laksono tak mempersoalkan kalau Zulhas tak menyebut nama Airlangga dalam bursa capres yang dijagokannnya. Menurutnya, apa yang disampaikan Zulhas itu hanya pendapat pribadi yang tidak mewakiliki KIB.

“Itu kan pendapat beliau. Yang pasti capres yang akan diusung KIB adalah kesepakatan bersama para ketua umum,” kata Dave kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Bagi Golkar, lanjut dia, sampai saat ini masih tetap berkomitmen mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres. Hal tersebut merupakan amanat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2019.

Dukungan tersebut juga diperkuat saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada 2021, yang keukeuh akan mencalonkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut. “Kami tetap solid dan komitmen mencalonkan Pak Airlangga Hartarto,” tegasnya.

 

Karena itu, Partai Golkar pun akan terus memperjuangkan nama Ketua Umum (Ketum) mereka di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Meski begitu, Dave mengaku tak tahu pasti kapan nama capres KIB akan diumumkan. Apakah dua bulan lagi seperti kata Zulhas atau bukan.

“Yang pasti untuk kapan diumumkan dan siapa capres yang akan diusung, itu akan ditentukan oleh kesepakatan bersama ketua umum partai yang tergabung dalam KIB,” ujarnya.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi mengamini ucapan Zulhas yang menyatakan KIB akan mengumumkan capres dalam waktu dua bulan lagi. Rencana tersebut, menurutnya, sudah dikomunikasikan oleh anggota KIB.

“Rencananya seperti itu, tapi ya kita lihat saja dinamika ke depan nanti,” kata Baidowi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia juga tidak membantah jika keempat nama tokoh yang disebut Ketum PAN merupakan calon potensial untuk Pilpres 2024. Meski begitu, kata Baidowi, PPP masih memantau capres yang akan diusungnya.

“Meski di DPW-DPW (PPP) sudah muncul siapa capres yang akan mereka dukung. Seperti DPW DKI Jakarta yang memilih Pak Anies dan DPW Jawa Tengah yang menjagokan Pak Ganjar,” ucapnya.

Dia pun tak mempersoalkan perbedaan capres yang dimunculkan DPW-DPW tersebut. “Ya itu wajar saja, dinamika politik. Kan tidak mungkin juga semua DPW satu suara,” tegasnya.

Soal Zulhas tak menyebut nama Airlangga Hartarto dalam nama capres hebat, menurut dia, tidak perlu dipermasalahkan. “Kan bukan hanya nama Ketum Golkar saja, nama Ketum PPP, Ketum PAN, juga tidak disebut,” ucapnya.

Pengamat Politik Adi Prayitno berpendapat, kecil kemungkinan KIB akan mencapreskan Anies Baswedan. Meski nama mantan Gubernur DKI Jakarta itu selalu masuk dalam daftar nama capres PPP dan PAN. Apa alasannya? Kata Adi, karena Golkar, PPP dan PAN merupakan bagian Pemerintahan saat ini. Pro Presiden Jokowi.

“Jadi nggak mungkin capres KIB itu antitesis Jokowi. Anies kan selama ini dikenal sebagai antitesis dari Jokowi,” jelas Adi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

 

Selain itu, KIB juga sudah berkomitmen untuk meneruskan kebijakan pemerintahan Jokowi dan menolak politik identitas. “Sehingga peluang Anies diusung KIB sangat kecil sekali, mustahil. Ini bicara saat ini ya, kalau nanti berubah, ya bisa saja. Namanya politik itu kan dinamis,” ujarnya.

Masuknya nama Anies dalam daftar capres, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, untuk menjaga suara konstituen. Di mana banyak pendukung PAN dan PPP yang menyukai Anies.

Menurut Adi, ketiga partai anggota KIB ini nantinya akan menyatukan siapa capres yang akan mereka usung. “Selain Anies, bisa Sandiaga Uno, Ganjar, bahkan bisa gabung mendukung Prabowo atau ke kubu PDIP,” tandasnya.

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *