Bayer Ajak Orangtua Tumbuhkan Minat Sains Dan Teknologi Pada Anak –

<p>Di tengah kompleksitas perubahan iklim, populasi, krisis pangan, dan masalah kesehatan global, inovasi berbasis sains dan teknologi menjadi kunci untuk menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan di berbagai bidang dan di setiap sendi kehidupan.</p>

<p>Bayer Indonesia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua untuk dapat terus mendorong dan mendukung minat anak pada sains dan teknologi, untuk membangun masa depan yang lebih baik.</p>

<p>&quot;Di Bayer, kami percaya bahwa sains dan teknologi memainkan peran penting dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan, karenanya kami mendedikasikan sumber daya untuk sains,&quot; ungkap Head of Communication, Public Affairs, Science and Sustainability Bayer Indonesia Laksmi Prasvita dalam keterangannya, Senin (3/7).</p>

<p>Lebih lanjut lanjut Laksmi menjelaskan, dengan mengeluarkan biaya riset dan development sebesar 6,5 Miliar Euro atau Rp 106 dalam skala global pada tahun 2022. Bayer juga mempekerjakan 16.200 ilmuwan di seluruh dunia.</p>

<p>&quot;Dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup umat manusia. Inilah mengapa, kami ingin menyebarluaskan semangat #JadiLebihBaik melalui sains dan teknologi kepada lebih banyak orang, sebagai pengejawantahan dari misi global kami #ScienceforBetter,&quot; ujar Laksmi.</p>

<p>Urgensi untuk menanamkan semangat dan kecintaan terhadap sains dan teknologi, perlu dibangun sejak dini, dimulai dari keluarga.</p>

<p>Faktanya, saat ini minat generasi muda Indonesia terhadap sains dan teknologi masih tergolong rendah.</p>

<div style=”page-break-after: always”><span style=”display: none;”>&nbsp;</span></div>

<p>Survei PISA (Program for International Student Assessment) oleh Organization for Economic Co-operation and Development) pada 2016 menemukan, minat berkarier anak-anak Indonesia di bidang sains masih rendah yaitu hanya 1:7, dibandingkan negara OECD lainnya dengan 1:4.</p>

<p>Hal ini juga terefleksi dari data BAPPENAS 2021 yang menunjukkan minat mahasiswa terhadap program studi sains dan teknologi untuk program S1/D4 hanya sebesar 32,1 persen dibandingkan bidang sosial dan humaniora yang mencapai 67,9 persen.</p>

<p>Dengan lebih dari 270 juta penduduk dan hampir 70 persen di antaranya usia produktif, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa besar.</p>

<p>Sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimaksimalkan untuk perkembangan sains dan teknologi di Indonesia.</p>

<p>&quot;Saat ini penelitian dan teknologi di bidang pertanian sudah sangat maju dengan penggunaan teknologi digital, bioteknologi, hingga penggunaan artificial intelligence.</p>

<p>Hal ini diharapkan dapat memicu minat generasi muda Indonesia untuk terjun dan berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang pertanian,&quot; ungkap Bayer Head of Field Solution South East Asia &amp; Pakistan Kukuh Ambar Waluyo.</p>

<p>Pemanfaatan sains dan teknologi nyatanya juga menjadi keniscayaan di bidang yang tak kalah penting yaitu kesehatan.</p>

<p>Dokter Spesialisasi Obstetri dan Ginekologi Darrell Fernando mengatakan inovasi berbasis sains dan teknologi memiliki dampak positif yang besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam perawatan kesehatan perempuan dan mempromosikan kesehatan keluarga.</p>

<p>&quot;Misalnya, dulu pil kontrasepsi hanya bermanfaat untuk mencegah kehamilan. Seiring perkembangan sains dan teknologi, diciptakanlah pil kontrasepsi yang nyaman bahkan memberikan manfaat tambahan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya disesuaikan dengan kebutuhan perempuan masa kini,&quot; tambah Darrell.</p>

<p>Artinya, dengan terus mengembangkan sains dan teknologi, bukan hanya lebih banyak permasalahan kesehatan yang akan terjawab, kualitas kesehatan masyarakat secara luas dapat terus ditingkatkan.</p>

<p>Karena tujuan utamanya adalah untuk pelayanan dan kesehatan pasien.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *