Anggota DPR Tanya Mentan Mana Nih, Juklak-Juknis Lumbung Pangan Dunia –

Politisi Senayan mendesak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo segera menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis (Juklak dan Juknis) tentang pedoman pembangunan pertanian menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.

Anggota Komisi IV DPR, Ema Umiyyatul Chusnah mengatakan, Juklak dan Juknis ini sangat penting, untuk mendorong peningkatan produktivitas pangan strategis. Juga untuk kemudahan berusaha dan mendorong minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Pihaknya dari Fraksi PPP, ujarnya, meminta seluruh Direktorat Jenderal untuk segera melakukan revisi Juknas-Juknis program bantuan Kementan. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor Tahun 4 Tahun 2019 dan perubahan Permentan Nomor 9 tahun 2019.

Sebagaimana diketahui, road map kebijakan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 diterbitkan di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saat itu, Jokowi menginstruksikan kepada Menteri Pertanian Periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman untuk melakukan swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale) dalam tempo tiga tahun. Road Map ini kemudian dituangkan dalam bentuk ‘Sukses Swasembada Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045’.

Program Lumbung Pangan Dunia 2045 ini juga fokus pada pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan. Ini sebagai bentuk kehadiran negara di wilayah perbatasan, yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh negara.

Ema juga menyoroti program peningkatan SDM Pertanian, yang seharusnya tidak dilakukan hanya dalam lingkup kecil Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani (Poktan/Gapoktan) saja. Tapi bisa juga dirasakan oleh kelompok masyarakat atau lembaga lain, seperti petani milenial, petani andalan, santri tani, perempuan tani dan pelaku usaha di bidang pertanian.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV Anggia Erma Rini menyoroti masalah pupuk. Sebenarnya, ini bukan masalah pasokan saja. Sebab, seringkali problemnya adalah pupuk baru datang, saat petani sudah melewati masa pemupukan.

“Karena itu sangat penting untuk dilihat, sebenarnya masalah (pupuk) ini di sebelah mana, karena sering kali tidak ada. Kalaupun ada, sudah selesai nih fase untuk memberikan pupuk kepada tanaman,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi IV, Alies Mus menyoroti banyaknya posisi direktur di Kementan yang masih kosong dan sudah memasuki masa pensiun. Namun tak kunjung segera diisi penggantinya.

“Kalau periode menteri yang lalu relatif lebih tepat waktu. Harusnya yang sekarang, juga lebih tepat waktu, menggantikan para eselon yang sudah masuk usia pensiun,” katanya.

Alien mengatakan, penggantian pejabat ini diperlukan, demi menghindari isu adanya praktik staf menteri yang kebijakannya tidak mencerminkan good governance. “Jangan sampai ada orang-orang yang main di belakang membawa nama bapak sebagai menteri, tapi bapak tidak mengetahuinya,” sarannya.

Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki semua persoalan pertanian, termasuk pupuk. Disadarinya, beberapa masalah pertanian itu terjadi karena adanya permainan pihak-pihak tertentu. [KAL]

]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Generated by Feedzy