Malioboro Coffee Night Siap Akrabkan Masyarakat Dan Pegiat Industri Kopi –

<p>Setelah menorehkan sukses dengan keberhasilannya menyelenggarakan festival kopi tahun lalu, Komunitas Kopi Nusantara (KKN) bersiap-siap menyelenggarakan Malioboro Coffee Night, 1-6 Oktober 2023.&nbsp;Ketua Komunitas Kopi Nusantara Imam Birowo menjelaskan kepada wartawan dan media tentang penyelenggaraan Malioboro Coffee Night.</p>

<p>Menurutnya, Malioboro Coffee Night tidak saja mengenalkan produk kopi, namun juga nilai-nilai kearifan kopi itu sendiri dan kepedulian untuk lingkungan hidup. Hal-hal yang sangat diutamakan jika ingin bekerja sama dengan pihak luar negeri.</p>

<p>&rdquo;Saat ini kami juga telah menerima konfirmasi kehadiran Belanda dan Ethiopia untuk hadir,&rdquo; kata&nbsp;Wisnu Birowo.</p>

<p>Selanjutnya Andri salah satu panitia juga menjelaskan, pada acara kali ini&nbsp;interaksi dengan publik semakin ditingkatkan. Bakal ada ratusan <em>tenant&nbsp;</em>yang bakal bergabung di acara ini, sebagian besar datang dari luar Yogyakarta.</p>

<p>&quot;Kami ingin ada interaksi antara masyarakat dan pegiat industri kopi Nusantara,&quot; imbuhnya.</p>

<p>Pesertanya berasal Ambon, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. Ada yang dari Banten juga.</p>

<p>&quot;Kami ingin menggaungkan pesan, orang-orang harus tahu betapa beragamnya kopi kita,&rdquo; terangnya.</p>

<h3>Diplomasi Kopi</h3>

<p>&nbsp;Sementara itu Anggi Dita, dari seksi penyelenggaraan juga menyatakan, Malioboro Coffee Night melibatkan seniman asal Yogyakarta. Karena acara akan dimulai dengan Pasukan Bregodo, menyanyikan lagu Indonesia dan Tarian Aceh.</p>

<p>Selain itu, menurut&nbsp;Duta Besar (Dubes) Indonesia&nbsp;untuk Swedia (2016-2020) Bagas Hapsoro, wisatawan yang sedang berlibur di Kota Gudeg akan&nbsp;langsung dimanjakan dengan sajian kopi Nusantara.</p>

<p>Hal&nbsp;khusus pada kegiatan Malioboro Coffee Night sekarang ini, menurut Bagas, panitia&nbsp;mengundang perwakilan asing. Tidak hanya diundang untuk bicara tentang kopi kita, tetapi juga diajak berwisata kopi ke daerah-daerah yang memiliki produksi kopi.</p>

<p>&quot;Ini bagus. Mengingat melalui wisata kopi, para peserta dari pihak asing dapat melihat gambaran positif tentang kopi Nusantara yang memiliki kekhususan dan diakui secara internasional. <em>Tasting</em> <em>is</em> <em>believing</em>,&quot; sambung Bagas Hapsoro.</p>

<p>Kemudian pada hari kedua akan dibuka diskusi berjudul &rdquo;Improving the Quality of Indonesian Coffee based on Cultural Heritage, Environment and Tourism&rdquo;.</p>

<p>Bagas juga menyatakan,&nbsp;diskusi pada 2 Oktober 2023 di Fisipol UGM Yogyakarta akan mendengarkan pandangan masing-masing pihak tentang peranan kopi dari segi ekonomi, kebudayaan dan lingkungan hidup.&nbsp;</p>

<p>&quot;Peranan diplomasi sangat penting saat ini. Karena mampu membuat kopi mempunyai nilai strategis tidak saja dari ekonomi tetapi juga harkat kemanusiaan dan kebudayaan,&quot; tutur Bagas.</p>

<p>Dalam kaitan itu, lanjutnya, pengakuan Badan Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tentang&nbsp;&ldquo;Sumbu Filosofi Yogyakarta&rdquo; sebagai Warisan Dunia&nbsp;dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama.</p>

<p>Sumbu Filosofi Yogyakarta adalah konsep tata ruang yang Raja Pertama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada abad ke-18.</p>

<p>Konsep tata ruang ini dibuat berdasarkan konsepsi Jawa dan berbentuk struktur jalan lurus yang membentang antara Panggung Krapyak di sebelah selatan, Kraton Yogyakarta, dan Tugu Yogyakarta di sebelah utara.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *