<p>Perkembangan teknologi digital tak luput dengan kehadiran kejahatan digital di dalamnya, ini menjadi sebuah tantangan bagi anak-anak khususnya disabilitas intelektual.</p>
<p>Oleh karena itu, diperlukan peran penting dari orangtua dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka dalam mengeksplor dunia digital.</p>
<p>“Tugas kita sebagai orang tua dan caregiver di sini tidak hanya mengenalkan ruang digital kepada anak kita, tetapi juga bisa mengeluarkan ide-ide kreatif," ujar Kepala Sekolah SLB 1 Negeri Makassar, Andi Hamjan di acara Literasi Digital Inklusi untuk Disabilitas di Aula SLB Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (6/8).</p>
<p>Menurut Andi, lewat teknologi mereka bisa menggunakan teknologi digital dengan positif dan dapat terhindar dari kejahatan digital.</p>
<p>Andi menjelaskan bahwa tanpa pendampingan yang ketat dari orang tua tentang bagaimana mengakses informasi yang ada di ruang digital, anak-anak disabilitas tidak akan mengerti sisi positif dan negatif dari teknologi digital.</p>
<p>Sementara itu, Co-Founder Paebrik Soeara Rakjat, Rizky Ardi Nugroho menerangkan, orangtua harus mengantisipasi tindak kejahatan digital yang berpotensi menyerang anak-anak disabilitas dalam penggunaan teknologi digital.</p>
<p>“Ini tentang bagaimana kita melindungi aset-aset digital kita, bagaimana sih anak-anak kita bisa meningkatkan keamanan digital mereka,” ujarnya Rizky dalam keterangannya, Rabu (9/8).</p>
<p>Untuk bisa meningkatkan keamanan digital tersebut, Rizky menyarankan kepada para orang tua dari anak-anak disabilitas untuk bisa mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai modus penipuan digital, dan memahami rekam jejak digital mereka.</p>
<p>Psikolog dari Bermakna Psychological Center, Ananda Zhafira menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi resiko bagi anak-anak disabilitas saat berada di ruang digital.</p>
<p>Zhafira menjelaskan, orangtua harus meningkatkan kesadaran diri maupun anaknya untuk bisa menghindari resiko dari dampak negatif dalam privasi data pribadi di dunia digital.</p>
<p>“Ajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga keamanan dan privasi digital, kita juga bisa mengawasi secara terus-menerus dan mendampingi anak saat sedang menggunakan teknologi digital,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan Literasi Digital Inklusi Disabilitas di Makassar merupakan salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) 2023.</p>
<p>Acara dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari orang tua atau keluarga dan siswa-siswi SLB Negeri 1 Makassar.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips