Potensi Ekonomi Digital Luar Biasa Yuk Maksimalkan Penggunaan Medsos –

<p>Perkembangan dunia digital yang begitu pesat, memberikan manfaat terutama bagi kaum muda dan terus melekat.</p>

<p>Karena itu, generasi Z maupun milenial memiliki kesempatan dan peluang untuk mengoptimalkan kecanggihan media digital saat ini.</p>

<p>Salah satunya, menjadi sumber pendukung perekonomian bangsa. Potensi nilai ekonomi digital pada tahun 2025 diproyeksikan mampu meningkat dua kali lipat, hingga mencapai 146 miliar dolar AS.</p>

<p>Apalagi, 40 persen pengguna internet di Asia Tenggara, berasal dari Indonesia.</p>

<p>Untuk mengoptimalkan daya guna di media sosial, Kementerian Kominfo bersama GNLD Siberkreasi, menyelenggarakan kegiatan Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) yang mengangkat tema &quot;Berdaya Guna di Media Sosial&quot; pada Kamis (8/6).</p>

<p>Kegiatan ini menjadi wadah meningkatkan literasi digital, agar masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam beraktivitas di dunia maya.</p>

<p>Science Communicator dan Co-Founder Pandemic Talk Mutiara Anissa menyatakan, sosial media merupakan sarana menyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat menggunakan latar belakang keilmuan yang kita miliki.</p>

<p>Media sosial, juga dapat menjadi jembatan antar pakar keilmuan dan masyarakat. Menurut Mutiara, dalam mengelola sosial media, perlu membangun kepercayaan audiens dan mengembangkan konten yang relatable.</p>

<p>&quot;Aku percaya bahwa untuk kita bisa mengedukasi temen-temen di sosial media, kita harus memahami audiens dan mengambil <em>trustworthy</em> dari mereka,&quot; bebernya.</p>

<p>Sebagai <em>content</em> <em>creator</em> kita harus menemukan <em>sense</em> <em>of</em> <em>purpose</em> agar membuat konten tidak hanya membagikan hal-hal yang menyenangkan, tapi juga bermanfaat dan berdaya guna.</p>

<p>&ldquo;Itu juga sebenernya pe-er untuk temen-temen content creator, kita fit in dimana ya? Kita pasnya di mana,&quot; ungkap Mutiara.</p>

<p>Menjadikan sosial media tidak hanya sebagai platform untuk berbagi informasi, tapi sosial media juga bisa menjadi sarana meraup cuan, dan menjadi sumber pendapatan tambahan, juga harus diiring dengan kesiapan yang baik secara mental maupun material.</p>

<p>Seperti yang diungkap Ndan Masbon Usari, sebagai Digital Creator dan Affiliate Marketer. Di samping itu, dalam menjalankan bisnis di sosial media, kita juga haras menjaga keamanan dan terus waspada terhadap upaya negatf yang dilakukan pihak lain.</p>

<p>Sehingga, ketika berseluncur di dunia maya, menjaga etika dengan tidak saling menyerang sesama yang menimbulkan kerugian kepada orang lain.</p>

<p>&quot;Jangan &lsquo;ngerecokin&rsquo; kalau aku punya bisnis aku nggak mau &lsquo;ngerecokin&rsquo; bisnis orang, aku juga nggak mau direcokin. Etika kita harus bener-bener dijaga banget,&quot; tegas Masbon.</p>

<p>Karena itu, menurut Wakil Ketua Umum Bidang Riset dan Kurikulum Siberkreasi, Head of Leadership Center LSPR, Taufan Akbari, dalam membuat content diperlukan kecakapan dan budaya baik dalam dunia maya.</p>

<p>Sehingga, diperlukan keinginan untuk merubah budaya tidak baik dalam dunia digital, dengan kerja sama semua pihak.</p>

<p>Komunikasi risiko menjadi penting disampaikan agar ketidakamanan dalam dunia digital tidak terjadi.</p>

<p>&ldquo;Harusnya kalau temen-temen dan para policy maker lebih matang dan paham bagaimana mempraktekan komunikasi risiko dengan baik, maka dampak-dampak (negative) kedepan dapat dieliminir. Termasuk dampak di dunia maya,&quot; ungkap Taufan.</p>

<p>Sehingga diperlukan pemahaman terkait keamanan siber, dan influencer yang membawa perubahan menggunakan bidang keilmuan yang dimiliki.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *