7 Pemain Indonesia Akan Berlaga di Kompetisi Pokemon TCG 2023 Jepang –

<p>Tujuh pemain akan mewakili Indonesia dalam kompetisi <em>Pok&eacute;mon Trading Card Game </em>(TCG) 2023 di ajang internasional bergengsi <em>Pok&eacute;mon World Championship</em>, di Jepang. Pok&eacute;mon Trading Card Game atau dikenal di kalangan trainer Indonesia sebagai Pok&eacute;mon Game Kartu Koleksi adalah permainan kartu yang menggunakan dek kartu Pok&eacute;mon dengan berbagai cara permainan yang menyenangkan.</p>

<p>Meskipun Pok&eacute;mon TCG kerap diasosiasikan dengan permainan anak-anak, permainan kartu ini dipenuhi dengan aturan yang dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga sangat dibutuhkan strategi untuk memainkan game ini. Penggemar Pok&eacute;mon TCG di Indonesia juga sangatlah banyak. Oleh karena itu, di tahun 2019, set kartu berbahasa Indonesia pun dirilis untuk memudahkan para trainer Pok&eacute;mon Indonesia untuk bermain serta berkompetisi.</p>

<p>Keberangkatan tujuh perwakilan Indonesia ini akan bersaing untuk memperebutkan gelar Pok&eacute;mon TCG World Champion pada 2023 Pok&eacute;mon World Championship. Para trainer Pok&eacute;mon Indonesia ini terpilih setelah berkompetisi selama dua hari di Pok&eacute;mon Championships, Mei 2023, serta setelah mengumpulkan CSP atau Championship Points terbanyak di turnamen-turnamen resmi dari 2022 hingga 2023.</p>

<p>Beberapa yang terpilih dengan rangking CSP tertinggi berhak mendapatkan tiket untuk bertanding ke kejuaraan dunia Pok&eacute;mon yang akan diadakan di Yokohama, Jepang, yang diselenggarakan oleh The Pok&eacute;mon Company International pada Agustus mendatang.</p>

<p>Tujuh kontingen Indonesia yang siap mengharumkan nama bangsa ini adalah Dyatmika Paramaanindya (Adya), Rafli Attar Rico (Attar), Albert dan Reynard Barnett Chew, Jonas Xavier, Darwin Rasubala, dan Christian Liu. Para perwakilan Indonesia ini akan bersaing dengan ratusan trainer Pok&eacute;mon TCG terbaik dari berbagai belahan dunia.</p>

<p>Adya adalah pemenang Pok&eacute;mon Championships 2022-2023 Indonesia pada Mei lalu. Adya menjadi 'kuda hitam' dalam kompetisi tahun ini, karena ia memulai turnamen dengan poin 0, tidak seperti pemenang lain yang terus mengikuti turnamen dan mengumpulkan CSP selama tahun 2022 sampai 2023 dalam Pok&eacute;mon Trading Card Game Asia Championship Series.</p>

<p>Kemenangan Adya bisa diraih dengan dukungan teman-teman tim dan komunitas Pok&eacute;mon TCG. Adya sempat vakum bermain dari 2021 sampai awal 2023, sehingga tidak memiliki banyak dek kartu yang sesuai dengan aturan regulasi kompetisi di tahun ini. &ldquo;Kalau tidak ada dukungan teman-teman yang bantu membuat dek Pok&eacute;mon yang sesuai rotasi tahun ini, saya tidak akan bisa ikut bertanding pada tahun ini,&rdquo; ujar Adya.</p>

<p>Dia memenangkan kejuaraan setelah bertarung 12 jam setiap harinya selama 2 hari acara Championships Indonesia, melawan lebih dari 330 peserta dan 17 round permainan kartu.</p>

<p>Attar, merupakan salah satu dari trainer dengan CSP tertinggi di turnamen Master Division selama 2022-2023 Asia Championship Series. Attar juga merupakan Juara di Indonesia Pok&eacute;mon Championship tahun 2022 lalu. Dengan kepiawaiannya dalam bermain kartu Pok&eacute;mon TCG, Attar pernah mengikuti pertandingan di kota-kota di berbagai belahan dunia, seperti di Amerika Serikat (San Francisco dan Nashville). Kini Attar siap bertanding bersama 6 perwakilan Indonesia lainnya di Yokohama, Jepang.</p>

<p>Ada juga Christian yang juga merupakan salah satu dari pemain dengan CSP tertinggi seperti Attar. Christian yang juga merupakan sahabat masa kecil Attar mulai memiliki ketertarikan dengan dunia Pok&eacute;mon sejak kelas 6 SD, namun baru mulai serius berkompetisi di umur 15 tahun. Christian dan Attar belajar main kartu Pok&eacute;mon di local game shop di Jakarta, dituntun seorang mentor pada kala itu.</p>

<p>Lalu ada Jonas dan Darwin, pemain-pemain dengan CSP tertinggi di kategori Master Division selama 2022-2023. Jonas telah menggemari permainan kartu Pok&eacute;mon sejak di bangku sekolah dasar, ketika kartu Pok&eacute;mon yang ada masih hanya berbahasa Inggris dengan harga yang tidak murah dan sulit untuk didapat. Meski telah menyukai permainan ini sejak kecil, Jonas baru serius bertanding turnamen-turnamen regional di umur 18 tahun.</p>

<p>Berbeda dengan Jonas, Darwin baru mulai bermain kartu Pok&eacute;mon di umur yang cukup dewasa, pada umur 29 tahun. Darwin memulai menekuni permainan kartu Pok&eacute;mon TCG ketika semua hiburan tutup karena pembatasan aktivitas sosial skala besar kala pandemi. Darwin mulai belajar dari teman-teman komunitas Pok&eacute;mon di local game store di Surabaya tempat ia tinggal. Meski baru menekuni hobi ini, Darwin menjadi salah satu pemain terbaik Indonesia yang patut diperhitungkan.</p>

<p>Selain pemain dewasa, ada juga 2 pemain muda yang akan bertanding ke Pok&eacute;mon World Championship Yokohama. Mereka adalah kakak beradik Albert dan Reynard yang berkompetisi di kategori Senior Division di usia 15 dan 12 tahun. Meski sangat muda, kedua bersaudara ini siap bertanding dan percaya diri untuk bersaing dengan trainer dari negara-negara lain.</p>

<p>Kepercayaan diri ini tumbuh karena meski Albert dan Reynard masih dalam tingkatan Senior Division, mereka sudah sering bertanding dengan lawan di tingkatan Master Division, karena trainer di level Junior dan Senior di tingkat mereka belum begitu banyak di Indonesia. Dalam berkompetisi, Albert dan Reynard selalu didampingi sang ayah yang juga menyukai permainan Pok&eacute;mon TCG.</p>

<p>&ldquo;Main kartu Pok&eacute;mon memberikan banyak dampak positif, karena tidak cuma sebagai hobi yang seru, tapi juga bantu menaikkan prestasi nilai akademis kita berdua, khususnya di matematika, karena harus banyak berhitung dan memperhatikan taktik. Adikku Reynard, yang tadinya pemalu jadi semakin berani interaksi dengan banyak orang karena hobi ini bantu memperluas pertemanan kita&rdquo; cerita Albert, sang kakak dengan antusias.</p>

<p>Keberangkatan ketujuh pemain Indonesia untuk bertanding di kejuaraan dunia Pok&eacute;mon tahun ini menjadi sinyal baik bagi para trainer kartu Pok&eacute;mon di Indonesia, baik yang mengoleksi maupun aktif bertanding, bahwa kegiatan positif jika ditekuni dengan baik dapat membawa membawa mereka mencetak prestasi. Komunitas Pok&eacute;mon Indonesia pun sangat mendukung dan optimistis dengan keberangkatan ketujuh anak bangsa dan yakin mereka akan mencetak prestasi gemilang di Yokohama, 11 hingga 13 Agustus nanti.</p>

<p>Ada berbagai hadiah yang dapat dimenangkan para trainer di 2023 Pok&eacute;mon World Championship, serta mendapat undangan otomatis untuk bertanding di kejuaraan dunia Pok&eacute;mon tahun berikutnya khusus bagi posisi empat besar kejuaraan dunia tahun ini.</p> . Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *